Beranda Sosial & Kesehatan Kutim Zona Merah, Pemkab dan Satgas Akan Evaluasi PTM – Bupati Ingatkan...

Kutim Zona Merah, Pemkab dan Satgas Akan Evaluasi PTM – Bupati Ingatkan Prokes dan PHBS

924 views
0

Bupati Kutim saat diwawancarai awak media belum lama ini. (Dok Pro Kutim)

SANGATTA- Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang kini berstatus zona merah COVID-19 terus mendapat perhatian Bupati H Ardiansyah Sulaiman. Selaku Ketua Satgas COVID-19 Kutim, Ardiansyah berencana melalukan sejumlah kebijakan. Salah satunya bakal mengevaluasi progress Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang sudah berjalan, karena lonjakan jumlah kasus positif saat ini. Bahkan dia menyebut sudah mengirim surat ke Kepala Sekolah melalui Dinas Kesehatan dan Satgas COVID-19.

“Kita surati Kepala Sekolah, jika ada satu siswa saja yang terkonfirmasi positif COVID-19, maka PTM (terbatas) ini diistrahatkan dulu,” kata Ardiansyah saat memberikan keterangan pers didampingi Kadis Kesehatan dr Bahrani Hasanal usai meresmikan Kantor UPT Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), Rabu, (2/2/2022).

Ardiansyah mengaku hingga hari ini belum ada laporan bahwa ada siswa yang terkonfirmasi positif COVID-19 selama PTM berjalan. Walau demikian, ada atau tidaknya siswa tertular virus Corona, Ardiansyah tetap akan mengevaluasi pelaksanaan PTM terbatas di seluruh sekolah.

“Ini evaluasi secepatnya dan mungkin minggu depan sudah diputuskan (hasilnya),” kata Ardiansyah.

Demi meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penularan virus Corona, Bupati pada setiap kesempatan selalu mengingatkan warga agar patuh dan disiplin protokol kesehatan. Mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun dibawah air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Bahkan untuk kegiatan pemerintahan pun, Pemkab tegas melaksanakan standar protokol kesehatan dengan jumlah undangan terbatas.

“Satu lagi yang penting adalah senantiasa menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” imbau Ardiansyah.

Kepala Dinas Kesehatan dr Bahrani Hasanal menambahkan, Kutim sekarang masih zona merah dan dalam beberapa hari ini melewati angka 50 warga terkonfirmasi.

“Angka 50 sebagai batas zona merah itu. Artinya diatas 50 orang terkonfirmasi positif itu sudah masuk zona merah,” jelas Bahrani. (kopi8/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here