Beranda Pemerintahan Relokasi IKN – Kutim Harus Jadi Aktor Utama

Relokasi IKN – Kutim Harus Jadi Aktor Utama

140 views
0

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman memberikan sambutan. (Vian Pro Kutim)

SANGATTA- Relokasi Ibukota Negara (IKN) ke Kaltim bukan ancaman, melainkan peluang yang harus dimanfaatkan sebaiknya-baiknya bagi kesejahteraan masyarakat. Sebagai salah satu daerah penyangga (IKN), Kutim harus mengambil kesempatan ini untuk menyiapkan diri dengan baik, sehingga bisa menjadi aktor utama dalam proses pemindahan ini. 

“Bukan sebaliknya hanya sekadar menjadi penonton,” kata Ardiansyah dihadapkan Rektor Ummul, Wakil Rektor beberapa Dekan dan pimpinan lainnya saat audiensi terkait program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di ruang Meranti Kantor Bupati, Kamis (3/2/2022). 

Dalam menjalankan visi dan misi Pemkab Kutim, Ardiansyah mengaku bersama Wabup Kasmidi Bulang berkomitmen menerapkan Good Governance dan Clean Goverment, penerapan smart city. Termasuk yang menyangkut dengan aspek ketaatan hukum. Kemudian ia juga menargetkan tahun depan Pelabuhan Kenyamukan bisa beroperasi dan KIPI Maloy (KEK MBTK/ Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan) di Kaliorang paling lambat Mei tahun ini. 

“Sesuai dengan arahan kementerian terkait, KIPI Maloy harus beroperasi paling lambat Mei. Kalau tidak akan ada sanksi dari Pemerintah Pusat,” tegasnya.

Pada acara yang turut dihadiri Wakil Bupati Kasmidi Bulang tersebut, Ardiansyah menyatakan Kutim siap bekerja sama dan bersinergi dengan Ummul dalam program MBKM.

“Harus terjadi simbiosis mutualisme. Silakan Ummul bekerjasama dengan beberapa OPD yang ada. Di Kutim juga banyak perusahaan dalam berbagai skala dari yang kecil hingga besar jadi manfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Sebelumnya Rektor Ummul, Prof Masjaya mengatakan kunjungan pihaknya ke Kutim selain untuk program MBKM, Ummul sebagai lembaga pendidikan tinggi yang ada di Kaltim bertanggung jawab untuk mempersiapkan SDM sebaik-baiknya. Agar bisa terus berkarya dan turut andil dalam pengembangan IKN ke depan. 

“Harus jemput bola, kita tidak boleh tinggal di kampus, harus road-show ke daerah. Percepatan peningkatan SDM melalui program MBKM ini sangat bermanfaat, karena langsung berhadapan dengan persoalan di lapangan,” jelasnya. (kopi4/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here