Beranda Kutai Timur Instruksi Bupati di Diskusi Rakerbang Kutim 2022 – Seluruh OPD Diminta Komitmen...

Instruksi Bupati di Diskusi Rakerbang Kutim 2022 – Seluruh OPD Diminta Komitmen Realisasikan Program Pembangunan

219 views
0

Bupati H Ardiansyah Sulaiman didampingi Wabup H Kasmidi Bulang dengan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).Dalam Rapat Kerja Pembangunan (Rakerbang) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) 2022 di Hotel Bumi Senyiur, Samarinda. Foto: Fuji Pro Kutim

SAMARINDA- Dalam Rapat Kerja Pembangunan (Rakerbang) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) 2022 di Hotel Bumi Senyiur, Samarinda, Senin (7/2/2022), dilakukan diskusi antara Bupati H Ardiansyah Sulaiman didampingi Wabup H Kasmidi Bulang dengan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Intinya adalah seluruh Kepala OPD diminta menegaskan komitmen merealisasikan program kerjanya.

Sebagai contoh, mendukung sektor ekonomi, Bupati Kutim Ardiansyah menekankan agar OPD Disnakertrans dapat berkolaborasi dan bersinergi dengan dinas lainnya. Guna menyukseskan program penyedian lapangan pekerjaan bagi 50 tenaga kerja.

“Dilihat dari jumlahnya sepertinya tidak mungkin. Tapi apabila dilihat dari peluang lain, bukan hanya lapangan kerja di perusahan, maka semua menjadi mungkin. Dengan mendata lapangan kerja, yang lahir dari masyarakat pencipta lapangan pekerjaan. Para pelaku usaha mandiri serta bidang-bidang lainnya,” sebut Ardiansyah.

Guna mewujudkan program itu, Disnakertrans diminta untuk bersinergi dengan Diskop UMKM, Disdik dan OPD lainnya. Sehingga target 50 penyiapan lapangan kerja bisa terealisasi. Mendukung hal itu, Pemkab Kutim dalam waktu tak lama lagi akan mengaktifkan UKM Center yang saat ini sedang progres pembangunan. Selain itu gedung terpadu tersebut sekaligus akan dijadikan dan Mal Pelayanan Publik, anjungan Dukcapil.

Menanggapi anjuran Bupati, Kadisnakertrans Sudirman Latief menjelaskan bahwa peluang dimaksud saat ini terus menapaki progres, meskipun lambat. Disebabkan lesunya dunia kerja akibat pandemi COVID-19. Terutama pada 2021, jangankan menambah lapangan pekerjaan baru bagi tenaga kerja, mempertahankan saja juga menjadi sulit. Karena di masa pandemi COVID-19 ternyata banyak kontrak kerja perusahaan yang memasuki masa perpanjangan. Artinya jika kontrak kerja perusahaan diperpanjang maka tak meniumbulkan masalah. Namun sebaliknya, apabila terjadi pemutusan kontrak, maka bisa berdampak pada putus kontrak naker, ada pula karyawan yang dirumahkan.

“Namun kita bersyukur ada pihak perusahaan PT KPC beserta sub kontraktornya terus melakukan kerjasama dengan Disnakertrans untuk penyerapan tenaga kerja,” kata Dirman, sapaan akrab Sudirman Latief.

Kepada Kadisnakertrans, Bupati menyarankan agar Disnakertrans menyusun rencana program dan tambahan anggaran untuk meningkatkan fungsi Balai Latihan Kerja (BLK). Gun mencetak naker terampil sesuai kebutuhan perusahaan.

Sementara itu Wabup H Kasmidi Bulang meminta agar Kadisnakertrans bisa ikut mendata para pegawai Pemkab yang hingga hari ini difasilitasi pemerintah menjadi pegawai ASN dan honorer melalui perekrutan CPNS maupun PPPK.

“Tolong dilalukan validasi data penyerapan tenaga kerja bukan hanya sektor swasta. Karena ASN dan honorer (melalui perekrutan seleksi) juga termasuk tenaga kerja,” sebut Wabup.

Hal lain yang diminta oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dalam percepatan pembangunan adalah rencana implementasi beasiswa “Kutim Tuntas”. Karena perencanaan belum matang, Ardiansyah meminta agar jajaran Disdik bersinergi dengan Pemprov Kaltim menyukseskan program dimaksud. Meniru kesuksesan program dan regulaso “Kaltim Tuntas”.

Berikutnya soal pembangunan infrastruktur jalan kabupaten yang panjangnya lebih dari 1000 kilometer. Apabila penggunaan APBD belum bisa mampu mengatasi masalah itu, Ardiansyah meminta Dinas Pekerjaan Umum agar kolaborasi dengan Pemprov atau Pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Selain itu persoalan bidang kesehatan juga tak luput dari perhatian Ardiansyah. Universal health Coverage (UHC) dari BPJS diminta untuk terus dimaksimalkan. Dengan terus mendata masyarakat yang belum menjadi peserta BPJS. 

Wacana “Sail Sangkulirang 2024” juga disampaikan sebagai contoh untuk mempromosikan Kutim di segala bidang. Tak hanya perikanan dan kelautan, bersinergi beberapa OPD bisa mempromosikan sektor pariwisata dengan deskripsi singkat “Visit East Kutai” atau “Visit Kutim”. Sambil memfasilitasi promosi wisata berbasis olahraga. Kolaborasi ini bisa dilalukan oleh Dinas Pariwisata, Dispora, Diskop UMKM, DKP serta Dinas Perkerjaan Umum untuk memyiapkan infrastruktur pendukungnya. 

Kegiatan rakerbang ini bakal berlangsung hingga Selasa (8/2/2022) sore, karena diskusi dilalukan secara marathon melibatkan semua OPD yang ada dilingkup Pemkab Kutim. (kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here