Beranda Kutai Timur Kualitas Produk Jadi Syarat UMKM – Tembus Pasar Modern 

Kualitas Produk Jadi Syarat UMKM – Tembus Pasar Modern 

72 views
0

Momen Ardiansyah memberikan Door Prize bagi peserta UMKM. Foto Vian Pro Kutim

SANGATTA- Sesuai dengan instruksi dari KPK dan Kementerian Dalam Negeri, semua pengadaan barang dan jasa pemerintah harus memanfaatkan produk UMKM lokal. Kesempatan ini menjadi peluang dan potensi besar bagi pemberdayaan UMKM menuju daya saing global. 

“Untuk memenuhi kebutuhan pemerintah dan potensi pasar yang lebih besar tersebut harus didukung dengan kualitas produk yang baik. Khususnya yang sudah sering kita kerjasamakan adalah kuliner ketika ada kegiatan atau pertemuan,” jelas Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat membuka Pelatihan Kewirausahaan Mandiri UMKM garapan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan dengan Indomaret di Ruang Damar Gedung Serba Guna, Bukit Pelangi, Rabu (9/2/2022)

Bukan hanya produk kuliner tapi juga furniture. Sehingga Pemkab Kutim tidak perlu impor dari daerah lain. Pada kegiatan yang ditandai dengan penyerahan doorprize bagi peserta UMKM, Ardiansyah terus memotivasi pelaku usaha kecil untuk semangat dan maju. Selanjutnya terkait dengan kegiatan pelatihan tersebut. Bupati Ardiansyah mengajak pelaku UMKM mengikuti kegiatan ini dengan baik hingga selesai. Sebagai salah satu upaya dalam peningkatan kapasitas dan kualitas produk agar masuk ke pasar modern bahkan tembus pasar nasional dan global. 

“Harus dibuatkan MoU antara UMKM dan Indomaret, sehingga ada payung hukum yang kuat dan mengikat. Buka kesempatan yang seluas-luasnya termasuk kerjasama dengan OPD terkait seperti Dinas Koperasi dan UMKM, Laboratorium Kesehatan Daerah untuk higienis produk serta sertifikasi produk halal,” saran Ardiansyah. 

Sebelumnya Kepala Disperindag Kutim, Zaini menyebutkan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 51 peserta yang berasal dari beberapa kecamatan. Tujuan utamanya bagaimana mempersiapkan UMKM lokal bisa masuk ke pasar modern dan minimarket. 

“Sejak Desember  2021 sudah direncanakan pelatihan, tapi baru bisa terlaksana di bulan Februari ini. Harapannya usai pelatihan ini, pelaku UMKM mengetahui kekurangan produk mereka, strategi pasar agar bisa masuk pasar modern atau minimarket yang ada di Kutim, ” ujarnya.

Sementara itu, Kepala  Divisi Humas Indomaret cabang Samarinda, Hasan menyebutkan bahwa dalam perekonomian nasional peran UMKM sangat dominan sehingga Indomaret membuka jalan yang seluas-luasnya melakukan pola kemitraan untuk menitipkan  atau memasarkan produk. 

“Ada beberapa syarat untuk bisa masuk ke pasar modern yakni memiliki sertifikasi Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) dan label halal, higenis makanan, akses permodalan dari perbankan, semua tahapan  proses akan didampingi  hingga selesai. (kopi4/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here