Beranda Keagamaan Tiga Poin Penting dari Muktamar DDI XXII – Wasathiyah, Abidin dan Al...

Tiga Poin Penting dari Muktamar DDI XXII – Wasathiyah, Abidin dan Al Musta’mirin

386 views
0

Ketua PD DDI Kutim Andi Abdul Rahman menyampaikan arahan program kerja. Foto: Irfan/Pro Kutim

SAMARINDA –  Sejumlah catatan diambil oleh Pengurus Daerah (PD) Darud Da’wah Wal-Irsyad (DDI) Kutai Timur (Kutim) usai mengikuti kegiatan Muktamar DDI XXII/2022 yang berlangsung di Auditorium 22 Dzulhijjah Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Jalan HAM Rifaddin, Selasa (22/2/2022). Kegiatan ini sedianya dihadiri Wabup Kutim H Kasmidi Bulang mewakili Bupati. Namun karena sesuatu hal, akhirnya di delegasikan kepada Ketua PD DDI Kutim Andi Abdul Rahman.

Andi Abdul Rahman mengatakan sesuai dengan arahan dari Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin, seluruh PD DDI Pusat, Provinsi hingga Kabupaten/Kota di daerah tidak boleh jenuh, dalam menggaungkan nilai-nilai moderasi beragama atau wasathiyah. DDI telah berkomitmen mengaktualisasikan nilai-nilai dakwah dalam wasathiyah di Tanah Air. 

“Ini sangat baik, karena nilai-nilai wasathiyah memang harus tercermin dalam kehidupan kita sehari-hari, sehingga menjadi salah satu karakter diri dan bangsa,” ungkapnya.

Untuk perihal kedua yang diharapkan menjadi sumbangan organisasi keagamaan DDI adalah membangun generasi abidin. Sebagai generasi yang menjalankan ajaran agama sesuai dengan yang diperintahkan Allah Subhannahu wa Ta’ala. Hal ini juga termasuk dalam ajaran pendidikan yang hingga kini DDI sudah memiliki perguruan tinggi. Baik umum maupun agama yang tersebar di Indonesia. Sekolah-sekolah, madrasah-madrasah dan juga pondok-pondok pesantren di Indonesia termasuk di Kutim. Adapun sumbangsih ketiga yang diharapkan dari organisasi keagamaan, kata Andi Abdul Rahman, yakni membangun generasi Al musta’mirin. Yaitu generasi yang mampu memakmurkan bumi, baik yang menyangkut aspek materiil maupun peradaban.

“Untuk memakmurkan bumi diperlukan adanya inisiatif-inisiatif di berbagai bidang, baik di bidang ekonomi, pertanian, perindustrian, perdagangan dan lain sebagainya. Kuncinya ada pada sumber daya manusia (SDM) yang unggul yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” ulasnya. (kopi13/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here