Beranda Pemerintahan Bengalon Butuh Pasar Induk dan Jembatan

Bengalon Butuh Pasar Induk dan Jembatan

55 views
0

Camat Bengalon Suharman. Foto: Irfan Pro Kutim

RANTAU PULUNG- Gerak perekonomian perlu didukung dengan fasilitas dan infrastruktur yang baik. Seperti pembangunan dan pengelolaan pasar. Karena pembangunan pasar yang representatif di setiap kecamatan bisa menggerakkan UMKM. Sekaligus meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi di setiap kecamatan.

“Pembangunan pasar di setiap kecamatan sudah menjadi prioritas Pemkab Kutim. Hal ini bertujuan agar pelaku ekonomi khusus yang berada di kecamatan bisa menjual produknya lebih mudah,” ujar Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat gelaran Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) di Rantau Pulung (Ranpul) pada Selasa (8/3/3/2022).

Ardiansyah menyebut program ini sudah berjalan selama setahun terakhir dan beberapa pasar sudah diresmikan. Pembangunan dan perbaikan pasar di setiap kecamatan masih dalam progres untuk mendorong kegiatan ekonomi.

“(Program pembangunan) Bersumber melalui APBD maupun bantuan keuangan, baik provinsi (Kaltim) maupun (Pemerintah) Pusat,” jelasnya.

Pembangunan pasar akan terus dilakukan sesuai kebutuhan. Bahkan di beberapa wilayah lain ada pasar yang sudah diresmikan. Seperti pasar di Kecamatan Ranpul. Ardiansyah memastikan program pembangunan pasar yang merupakan bagian dari prioritas akan terus diimplementasikan secara bertahap di seluruh kecamatan.

Sebelumnya Camat Bengalon Suharman menyampaikan bahwa pembangunan pasar induk Bengalon akan menggunakan Dana Alokasi Khusus dari kementerian sebesar Rp 10 miliar.

“Sebenarnya pembangunan pasar ini akan dimulai 2020 lalu, tapi karena COVID-19 tidak terealisasi. Kami dapat informasi dari Disperindag Kutim, untuk pasar akan dibangun tahun ini. Dari dana DAK dan ditargetkan selesai pada 2023. Untuk lokasinya sudah clear, disiapkan 1,2 hektare” katanya.

Selain pembangunan pasar, Suharman juga mengusulkan pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Sepaso Selatan dan Sepaso Timur kembali dilanjutkan. Kedua desa tersebut dipisahkan oleh Sungai Bengalon yang cukup besar. Sehingga menghambat mobilitas masyarakat. Selama ini akses masyarakat masih menggunakan kapal milik swasta.

“Semoga tahun ini pembangunannya bisa kembali dilanjutkan agar akses dan mobilitas masyarakat bisa lancar. Bila dibandingkan menggunakan kapal, tentu para petani semakin mudah untuk membawa hasil kebun mereka ke pasar,” jelasnya.

Untuk Musrenbang tahun ini Kecamatan Bengalon usulkan 141 program yang didominasi pembangunan infrastruktur. (kopi4/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here