Beranda Pemerintahan Karangan Kejar Target Ketahanan Pangan – Akses Jalan Tak Maksimal Hambat Pemasaran

Karangan Kejar Target Ketahanan Pangan – Akses Jalan Tak Maksimal Hambat Pemasaran

81 views
0

Camat Karangan Madnuh. Foto: Irfan Pro Kutim

KARANGAN- Pengembangan komoditi pertanian untuk ketahanan pangan menjadi prioritas pembangunan di Kecamatan Karangan. Bertumpu pada produksi padi, telur ayam dan salak. Komoditi tersebut nantinya terus dikembangkan sebagai keunggulan komparatif guna mendukung ketahanan pangan di Karangan.

“Saat ini, Kecamatan Karangan fokus mengembangkan komoditi padi, telur ayam dan salak. Kita mewajibkan satu desa memiliki lahan persawahan dan sedang ada pencetakan sawah. Di Desa Bay alat berat sudah ada di lokasi tinggal ‘action’,” jelas Camat Karangan Madnuh saat ditemui di sela-sela pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Kaubun dan Karangan, Senin (7/3/2022).

Madnuh mengatakan, tantangan terbesar Karangan adalah akses jalan yang masih rusak. Sehingga menimbulkan resiko “high cost” bagi pemasaran produk hasil pertanian. Untuk itu pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas PU dan beberapa perusahaan yang ada di wilayah Karangan, guna memperbaiki akses jalan tersebut.

“Kemungkinan jalur ini kewenangan provinsi, tapi kami coba usahakan berkoordinasi dengan Dinas PU Kutim, mudah-mudahan ada solusi secepatnya. Jangan sampai petani menjadi rugi saat menjual dagangannya,” katanya.

Selain padi, Karangan kini juga tengah mengembangkan ayam petelur guna memenuhi kebutuhan lokal. Pihaknya mengarahkan para peternak ayam bekerjasama dengan BUMDes. Agar membantu peternak dalam promosi, edukasi dan pemasarannya.

“Jika saja rata-rata setiap orang mengkonsumsi satu telur per hari, berarti pangsa pasar telur sangat besar. Belum termasuk permintaan dari perusahaan. Jadi tidak ada alasan pasar tidak ada. Tinggal bagaimana menjaga kualitasnya,” ujarnya.

Terkait pelayanan dasar seperti air dan listrik, Madnuh mengatakan secara global semua sudah baik. Hanya beberapa RT saja yang belum teraliri listrik dengan maksimal. Karena memang lokasinya sangat jauh dan jumlah warganya sedikit.

“Khusus listrik hanya ada satu RT di Pengadan yang belum teraliri listrik. Karena sangat jauh dan jumlah jiwanya masih sedikit. Tetapi kalau skala desa semua sudah 24 jam,” tutupnya. (kopi4/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here