Beranda Umum & Ekonomi Rumah Wabup Kutim Diserbu Ribuan Warga Sangatta  – Distribusi Minyak Goreng Harga...

Rumah Wabup Kutim Diserbu Ribuan Warga Sangatta  – Distribusi Minyak Goreng Harga Normal

150 views
0

Momen pendistribusian minyak goreng di Rumah Pribadi Wabup Kutim H Kasmidi Bulang. (Fuji Pro Kutim)

SANGATTA- Pendistribusian ribuan minyak goreng dengan harga eceran tertinggi Rp 14 ribu per liter untuk masyarakat Kutai Timur (Kutim), khususnya Sangatta dilaksanakan, Sabtu (11/3/2022) pagi. Kegiatan ini berlangsung di halaman Rumah Pribadi Wabup Kutim H Kasmidi Bulang, di Jalan Poros Sangatta-Bontang (sekitar Patung Burung), Sangatta Utara.

Sedianya jadwal pengambilan kupon antrean baru dilaksanakan pukul 06.00 WITA, namun kenyataannya warga sudah mengantre sebelum pukul 05.00 WITA. Demi mendapatkan jatah pembelian minyak dengan ukuran 3 liter dan 2 liter. Antrean terlihat mengular dari halaman rumah Wabup sampai ke Jembatan Pinang. Satu jalan keluar Sangatta yang biasa berfungsi satu arah, harus disimulasikan menjadi dua arah. Karena satu ruas jalan lainnya yang menjadi jalur masuk Sangatta ditutup hanya untuk para pengantre minyak goreng.

Sebelum mendapatkan kupon, masyarakat diwajibkan memperlihatkan e-KTP atau KK kepada petugas. Minyak goreng yang dijadwalkan dijual pada pukul 08.00 WITA, harus dimulai lebih cepat pada pukul 07.00 WITA. Barisan antrean diatur menjadi tujuh baris. Untuk umum lima baris sedangkan dua barisan lainnya untuk lansia dan ibu hamil.

Agar proses transaksi semakin lancar, antrean ditertibkan oleh jajaran Polres Kutim, TNI, Dishub, Satpol PP hingga para pemuda dari DPD KNPI Kutim. Ada lima tenda disiapkan untuk lokasi antrean minyak goreng. Warga yang ingin membeli diminta menyiapkan uang nominal pas agar memperlancar jual beli minyak goreng merk Madina, Siip dan Sovia. Setelah menyelesaikan transaksi dan mendapatkan minyak goreng, masing-masing warga diharusnya mencelupkan jari ke tinta. Seperti momen sesaat setelah memberikan hak suara pada proses Pemilu. Diimbau tetap memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan setelah mendapatkan minyak goreng. Sebagai upaya pencegahan COVID-19.

Kabid Perdagangan Disperindag Kutim Pasombaran yang mengawasi program distribusi minyak goreng ini menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan distributor menyiapkan hingga 7800 kemasan minyak goreng. Rata-rata kemasan 2 liter dan minyak dari jerigen yang isinya dikemas ulang menggunakan plastik ukuran 3 liter.

“Setidaknya lebih dari 14 ribu ribuan liter minyak goreng di distribusikan kepada warga hari ini. Stok yang akan dibagi insyaAllah masih bisa bertambah,” kata Pasombaran.

Dia memprediksi, antrean warga melebihi dari stok yang tersedia. Karena kemungkinan warga yang sehari-harinya berdagang dengan bahan utama minyak goreng juga ikut mengantre. Walaupun demikian, dia mengaku tak mudah membuktikan diantara masyarakat yang mengantre ada warga spekulan, membeli lebih untuk usahanya atau dengan tujuan dijual kembali.

“Kami tetap mengimbau agar warga membeli (minyak goreng) sesuai kebutuhan. Jangan menimbun dalam jumlah banyak, apalagi untuk dijual kembali. Agar distribusi minyak goreng dengan harga wajar kembali normal di pasaran. Tapi apabila ada yang terbukti menimbun dalam jumlah banyak, barulah ditindak lanjuti ke ranah hukum,” sebut Pasombaran.

Imbauan lainnya juga disampaikan olehnya, bahwa distribusi minyak goreng saat ini tetap berjalan seperti biasa. Walaupun terkadang ada sedikit keterlambatan. Artinya ketersediakan minyak goreng selalu ada dengan harga eceran tertinggi yang sudah ditentukan dan diawasi pemerintah.

“Jadi masyarakat tidak perlu panic buying (membeli berlebihan). Stok ada, jadi tidak perlu mengantre dari penjual satu ke penjual lainnya,” tutup Pasombaran.

Habibah, salah seorang warga yang ikut mengantre distribusi minyak goreng kali ini mengaku sudah ada dibarisan antrean kupon sejak pukul 05.00 WITA, setelah salat subuh. Padahal minyak baru bisa dibeli pukul 07.00 WITA.

“Saya antre mulai jam 5 (subuh), tapi ternyata sudah banyak orang yang berbaris. Mungkin mereka (pengantre) sudah berdiri mulai jam 4 (subuh),” kata Habibah yang sehari-harinya bekerja sebagai pegawai honorer dilingkup Pemkab Kutim.

Dia mengaku bersyukur ada program distribusi minyak goreng kualitas bagus dengan harga normal. Namun dia tetap berharap kondisi kelangkaan minyak goreng jangan sampai berlarut-larut. Setelah ini distribusi minyak goreng bisa kembali lancar. Apalagi menghadapi bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri yang tak lama lagi. (kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here