Beranda Kutai Timur Gunakan Pewarna Alami, Batik Wakaroros Siap Melenggang ke JFW 2022

Gunakan Pewarna Alami, Batik Wakaroros Siap Melenggang ke JFW 2022

81 views
0

Para model mengenakan batik wakaroros di lokasi Air Terjun Embang Lemun menuju JFW 2022. Foto: ist

MUARA WAHAU – Gebrakan dilakukan Pemkab Kutim melalui Dinas Pariwisata (Dispar ) Kutim. Salah satunya bagaimana mempromosikan daya tarik khas Kutim menuju jalur prestasi nasional. Dispar Kutim pun memilih batik wakaroros yang akan dipersiapkan untuk dipamerkan di ajang kelas Jakarta Fashion Week (JFW) pada 13 April 2022 mendatang.

Dispar Kutim pun menggandeng desainer Kondang Lia Afif bersama tiga model asal Surabaya dan Putri Pariwisata Kaltim dengan melakukan pemotretan dan pembuatan video dengan latar Air Terjun Embung Lemun di kawasan pegunungan hutan PT Narkata Rimba di Desa Bea Nehas Kilometer 65 Kecamatan Muara Wahau, Senin (29/3/2022).

Kepala Dispar Kutim Nurullah menegaskan memilih lokasi air terjun ini menjadi background untuk pemotretan dan pembuatan video, selain mempromosikan batik wakaroros juga mengenalkan promosi potensi alam yang luar biasa di Air Terjun Embung Lemun ke tingkat nasional.

“Kita memilih air terjun ini, agar wisatawan luar mengetahui kalau di Kutim ada potensi wisata air terjun yang tidak kalah indahnya dengan yang ada di Pulau Jawa karena eksotis dan masih alami,” beber Nurullah.

Sementara itu, sang desainer Lia Afif mengutarakan bahwa pihaknya tertarik berkolaborasi dengan Pemkab Kutim karena batik wakaroros mempunyai warna yang alami berasal dari serbuk kayu ulin.

“Di sini kita ingin menunjukkan kepada nasional dan internasional bahwa di Kutim itu ada batik dan batiknya pun dengan pewarna alam,” urainya.

Untuk diketahui, batik wakaroros dirancang dalam bentuk busana muslim untuk tampil di ajang pameran JFW 2022.

“Yang kita tonjolkan di JFW yakni batik wakaroros punya ciri khas pewarnaan alam tersendiri dan tingkat kesulitan yang lebih tinggi karena setiap kali pencelupan warna memang beda-beda tergantung kualitas kayu tersebut sehingga tidak akan sama persis,” ujarnya.

Lia berharap batik wakaroros semakin terkenal dan diminati sehingga dapat meningkatkan perekonomian para pengrajin lokal di Kutim. Lia pun menggandeng tiga orang model yang mengenakan batik wakaroros di Air Terjun Embung Lemun Narakata Rimba Wehea yakni Desilia Herman, Zaramano dan Aura AZ zahra, ketiganya berasal dari Surabaya serta Putri Pariwisata Kaltim Rinanda Maharani. (kopi13)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here