Beranda Kutai Timur Ini Aturan Pembayaran THR yang Dikeluarkan Disnakertrans Kutim

Ini Aturan Pembayaran THR yang Dikeluarkan Disnakertrans Kutim

224 views
0

Surat Edaran pembayaran THR Kutim tahun 2022. Foto: ist

SANGATTA – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutim mengeluarkan surat edaran per 11 April 2022 bernomor B.568/640/Disnakertrans-HIJ/IV/2022 yang ditujukan untuk seluruh pemimpin perusahaan yang ada di kecamatan Kutim. Surat dimaksud ditandatangani oleh Kepala Disnakertrans Kutim Sudirman Latif. Perihal ini terkait merunjuk surat edaran dari Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor M/1/HK.04/IV/2022 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2022 bagi pekerja/buruh di perusahaan.

Dalam surat itu pembayaran THR keagamaan dilaksanakan dengan memperhatikan, bahwa THR keagamaan diberikan kepada pekerja yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus atau lebih dan pekerja yang mempunyai hubungan kerja dengan perusahaan. Berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

Poin kedua yakni besaran THR keagamaan juga diberikan kepada pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, diberikan satu bulan upah. Kemudian, jika pekerja yang mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan diberikan proporsional sesuai dengan perhitungan dengan rumus masa kerja dibagi 12 bulan dikali satu bulan upah.

Untuk poin ketiga, bagi pekerja yang bekerja berdasarkan perjanjian harian lepas, upah satu bulan dihitung yakni pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah satu bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan. Selanjutnya pekerja yang telah mempunyai masa kerja dari 12 bulan, upah satu bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima setiap bulan selama masa kerja.

Poin keempat, bagi pekerja yang upahnya ditetapkan berdasarkan satuan hasil maka upah satu bulan dihitung berdasarkan upah rata-rata 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

Poin kelima, bagi perusahaan yang menetapkan besaran nilai THR keagamaan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama, atau kebiasaan yang telah dilakukan lebih besar dari nilai THR keagamaan sebagai nomor 2 di atas maka THR keagamaan yang dibayarkan kepada pekerja sesuai dengan perjanjian kerja, peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama atau kebiasaan yang telah dilakukan.

“THR keagamaan wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan dan melaporkan pelaksanaan kepada Disnakertrans Kutim,” tulis Kadisnakertrans Kutim pada poin keenam atau yang terakhir.(kopi13/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here