Beranda Umum & Ekonomi 4 Desa di Sangkulirang Dibantu Kalfor Project – Berupa Sapras Budidaya Ikan Air...

4 Desa di Sangkulirang Dibantu Kalfor Project – Berupa Sapras Budidaya Ikan Air Tawar 

59 views
0

Momen penyerahan sapras budidaya ikan tawar. (Bela Pro Kutim) 

SANGKULIRANG – Guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perlindungan areal kawasan hutan, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) bekerjasama dengan Kalimantan Forest (Kalfor) Project memberikan bantuan. Bantuan yang diberikan untuk empat desa di Sangkulirang tersebut adalah berupa sarana dan prasarana (sapras) budidaya ikan tawar ramah lingkungan.

Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman kepada Kepala Desa Saka,  Sangkulirang, Hendra Hapri Hadi, Rabu (11/5/2022) kemarin. Penyerahan turut disaksikan Wakil Ketua DPRD Kutim Arfan, Phantom Priyandoko selaku Regional Fasilitator Kaltim Kalfor, Danramil Sangkulirang, Babinsa, perwakilan Kapolsek dan lainnya. 

Pada kesempatan itu, Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi kinerja Bappeda dan Kalfor Project. Karena memberikan bantuan stimulan bagi masyarakat di Sangkulirang. Berupa Sapras budidaya ikan air tawar. 

“Diharapkan bantuan ini menjadi penyemangat dan dapat meningkatkan pendapatan serta taraf hidup (warga) semakin baik,” harapnya. 

Sebelumnya, Phantom Priyandoko selaku Regional Fasilitator Kaltim Kalfor menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sebagai bagian dari perlindungan areal hutan dan kawasan. 

“Ada 4 desa di sini yang berkomitmen melindungi hutan. Komitmen mereka itu mendapatkan apresiasi dari Kalfor untuk alternatif peningkatan pendapatan. Salah satunya budidaya ikan air tawar ramah lingkungan ini,” ujar Phantom. 

Ditambahkannya, selain budidaya ikan air tawar, nantinya akan ada bantuan untuk madu kelulut, ekowisata dan budidaya tanaman obat. Untuk ekowisata, pihaknya akan membantu melakukan pendampingan agar pengelolaannya lebih baik. Seperti model, asesmen wisata hingga pengembangan kelembagaannya. Dia menambahkan project Kalfor akan berakhir pada 2024 nanti, sehingga bantuan ini hanya bersifat stimulan. Bersamaan dengan itu akan dikembangkan pula kerjasama melibatkan pihak swasta. 

“Jadi diharapkan ini akan jadi pilot project agar swasta tertarik untuk mengembangkannya,” pungkas Phantom. 

Sementara itu, Kabid Pengembangan Prasarana Wilayah Bappeda Kutim Sugiono, menambahkan, Kalfor memberikan bantuan stimulan untuk pemberdayaan masyarakat desa di Kutim dengan dua kluster. Kluster pertama untuk Desa Saka, Tepian Terap, Sempayau dan Desa Batu Lepoq Kecamatan Sangkulirang. Sedangkan kluster dua ada di Desa Cipta Graha, Desa Mata Air Kecamatan Kaubun dan Desa Sekerat Kecamatan Bengalon. 

“Karena ini sifatnya stimulan, semoga bermanfaat untuk masyarakat. Hal ini berkaitan dengan pengamanan hutan dan diluar kawasan hutan,” ujar Sugiono. 

Sugiono menambahkan, dalam waktu dekat juga akan diserahkan 40 koloni madu kelulut untuk Desa Saka, Tepian Terap, Sempayau dan Desa Batu Lepoq. Untuk kluster dua, kemungkinan pada Juni mendatang baru mulai dilaksanakan. (*/kopi7/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here