Beranda Entertainment Dari Kunjungan Jurnalistik Pro Kutim ke Wahau-Kongbeng – Banyak Hotel Baru, Perbankan,...

Dari Kunjungan Jurnalistik Pro Kutim ke Wahau-Kongbeng – Banyak Hotel Baru, Perbankan, Pasar Swalayan Hingga Kafe Kekinian

182 views
0

Muara Wahau dan Kongbeng kini semakin bersolek dan menawarkan banyak perubahan layaknya kota jasa. (Fuji Pro Kutim)

MUARA WAHAU- Dalam dua dekade, keadaan dua kecamatan di Kutai Timur (Kutim) yakni Muara Wahau dan Kongbeng kini sudah jauh berbeda. Jika dua puluh tahun lalu saat ingin menginap kita mesti bersusah payah menemukan penginapan sesuai harapan. Karena rata-rata hanya ada penginapan berkipas angin dan berbagi kamar mandi, kini semua sudah tak sulit lagi. Di jalan poros antara Muara Wahau dan Kongbeng sudah hadir beberapa hotel representatif. Tentunya berpendingin udara (Air Conditioner, red) dan dilengkapi spring bed serta kamar mandi yang nyaman. Untuk dua hotel yang sering jadi andalan masyarakat pendatang atau transit adalah Pilar Mosa dan Samnur. Bahkan khusus Pilar Mosa, hotel ini sudah dilengkapi lift karena memiliki tinggi bangunan hingga empat lantai. Berkasitas lebih dari lima puluh kamar.

Itu baru dari sisi penginapan, belum lagi perkembangan pasar swalayan. Ternyata mini market berkelas nasional pun sudah berdiri dibeberapa titik jalan poros yang dilintasi Trans Kalimantan menuju Kabupaten Berau tersebut. Tentunya keberadaan mini market ini melengkapi keberadaan dua pasar rakyat di dua kecamatan yang hanya beroperasi saat siang hari. Terlihat jelas, selain menjadi daerah transit bagi pelaku perjalanan dari Utara ke Selatan atau sebaliknya, Muara Wahau dan Kongbeng memang semakin sibuk karena kehadiran perusahaan perkebunan kelapa sawit yang telah berproduksi dan menyerap ribuan karyawan. Buah kebijakan Pemkab Kutim yang memang sejak awal ingin mengedepankan sektor agribisnis di daerah ini. Dengan fokus utama pengembangan perkebunan kelapa sawit demi mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam fosil seperti batu bara, minyak dan gas untuk membangun daerah. Hal itu dapat dilihat dari banyaknya cabang perbankan yang bercokol untuk membantu perputaran uang di dua kecamatan bersaudara ini. Tak hanya bank “plat merah” milik pemerintah daerah, namun juga hadir bank BUMN.

Hampir semua kesibukan ekonomi yang naik signifikan terjadi di dua kecamatan ini. Walaupun urat nadi penopang ekonomi yaitu jalan Trans Kalimantan tanggungan negara melintas beberapa kilometer di dua kecamatan ini sekarang banyak yang rusak dan berlubang, nyatanya kesibukan dua kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Berau ini seolah tak hanya berjalan di siang hari. Sebab, malam hari pun Muara Wahau dan Kongbeng masih menawarkan pesonanya. Ingin “nongkrong” ala kafe kekinian di Muara Wahau atau Kongbeng? Siapa bilang tak bisa?. Tenang, santai di tempat ngopi kekinian ternyata juga bisa di dua kecamatan ini. Seperti di Café Kopi Baik di Jalan SP 4 Kongbeng. Kafe intagramable ini bisa jadi referensi. Sering dikunjungi kawula muda hingga jelang tengah malam. Tentunya dengan menu kopi varian rasa dan sudut tempat berfoto yang memanjakan mata. Tersedia tempat santai di dalam ruangan atau di luar, dengan dua lantai berkapasitas puluhan orang. Di Muara Wahau juga ada Café WoW. Tepatnya berlokasi di SP1 Desa Wanasari. Masih di sekitar jalan poros Tran Kalimantan, kafe ini tak kalah unik dari yang tadi. Sebab dengan interior simpel, kafe ini juga menawarkan tongkrongan asyik ala anak muda menikmati ketenangan malam. Ditemani kopi seduh dan camilan kekinian.

Untuk perjalanan pergi pulang dari Sangatta ke Muara Wahau pun kini sudah semakin lancar. Setidaknya hanya memerlukan empat jam perjalanan darat menggunakan mobil atau motor. Itupun bisa lebih cepat jika memang mau. Tapi mesti berhati-hati, karena lagi-lagi jalan Trans Kalimantan banyak ditemui jalan berlubang atau longsor dipinggir jurang. Tapi apapun progresnya, Muara Wahau dan Kongbeng tak pernah meninggalkan jati dirinya. Dua kecamatan ini tetap melestarikan nilai budaya dan kearifan lokal seperti pesta adat dan lainnya. Tak hanya tari-tarian tradisionalnya di Desa Miau Baru Kongbeng, di Muara Wahau juga tetap lestari Hutan Wehea yang mendunia. (kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here