Beranda Pemerintahan UKM Jadi Andalan Daerah dan Nasional Primadona Ekonomi Selama Pendemi

UKM Jadi Andalan Daerah dan Nasional Primadona Ekonomi Selama Pendemi

58 views
0

Tangguh : Nampak Bupati dan Wakil Bupati bersama-sama dengan penyelenggara dan peserta pelatihan menunjukkan semangat tangguh. (Foto: Ronall J Warsa Pro Kutim)

SANGATTA – Mendorong pertumbuhan ekonomi ditengah-tengah upaya lepas dari dampak pandemi COVID-19 beberapa tahun terakhir, mau tak mau harus melibatkan lini utama ekonomi rakyat yakni Usaha Kecil Menengah. Mengacu data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) pada 2021 lalu, jenis usaha kerakyatan ini mencapai angka 60 persen terhadap PDRB Nasional.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menerangkan, Presiden RI Joko Widodo di setiap kesempatan selalu mengungkapkan dalam kondisi pandemi COVID-19, justru kondisi ekonomi yang ditopang oleh UKM jadi primadona di Indonesia. Karena UKM tidak terganggu dengan kondisi negatif kekinian.

Salut : Bupati Ardiansyah Sulaiman nampak salut dengan UKM yang jadi ujung tombak ekonomi rakyat di masa pandemi Covid-19. (Foto: Ronall J Warsa Pro Kutim)

“Pasaran dari UMKM hampir masuk pada semua lini. Baik masyarakat lokal, masyarakat nasional, maupun masyarakat internasional. Terlebih perintah Bapak Presiden agar UMKM masuk dalam global market. 40 persen produk UMKM diharapkan bisa memenuhi kebutuhan tiap-tiap pemerintah Kabupaten/Kota di Indonesia dan itu bahkan jadi regulasi Presiden,” jelasnya.

Berkaca dari hal tersebut, tentunya menjadi satu tantangan tersendiri bagi para pelaku UKM di Kutim. Itulah penekanan pesan Ardiansyah Sulaiman yang mengaku bangga dan mendukung pelaksanaan “UKM Tangguh Batch 3” Garapan PT Kaltim Prima Coal, pada Senin (23/5/2022) siang di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim. Selanjutnya untuk pelaksanaan pelatihan UKM Tangguh, sudah semestinya tidak hanya sekedar bicara produk, tetapi juga berbicara tetang manajemen. Mulai dari business plan, bagaimana memanajemen keuangan, serta bagaimana memilih dan memilah produk hingga target pasar.

“Agar selama enam bulan pelatihan yang dipantau oleh TDA dan PT KPC dapat dimanfaatkan oleh peserta,” harap Bupati pada kegiatan yang turut dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Darsafani, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Zaini. Louise G Pessireron Project Management and Evaluation (PME) PT KPC, Wakil Ketua HIPMI Kutim Alex Bajo, para peserta dan tamu undangan lainnya.

Ibarat peribahasa Jawa, “Getok Tular” menyebar dari mulut ke mulut. Bupati Kutim berharap pelatihan ini menghasilkan sesuatu ilmu yang bermanfaat. Kemudian ilmu tersebut dapat ditularkan kepada seluruh orang. Sehingga menularkan suatu kebiasaan yang baik dan produktif.

“Jika punya ilmu, kasih tahu orang lain. Semakin ilmu anda memberikan ilmu pada orang lain, saya yakin produksi anda semakin meningkat sebagaimana Konsep Tangan Di Atas (TDA). Saya dapat pencerahan dari pakar marketing yakni Hermawan Kertajaya, di Jakarta. Beliau mengatakan kalau sudah punya banyak ilmu, jangan pelit. Sampaikan ilmu kepada orang lain, agar orang berkembang dan kita pasti akan berkembang,” ujar Bupati disambut tepuk tangan peserta. (kopi5/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here