Penandatangan Mou Pemkab Kutim dengan PT Indomarco Prisnatama Cabang Samarinda di ruang Tempudau. Foto: Wahyu Yuli Pro Kutim
SANGATTA- Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), menjalin kerja sama terkait pemasaran produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pilihan Kutim dengan PT Indomarco Prisnatama Cabang Samarinda. Kerja sama dimaksud ditandai dengan penandatanganan Momerandum of Understanding (MoU) antara Bupati H Ardiansyah Sulaiman dan Perwakilan PT Indormarco Prisnatama (Indomaret) di Ruang Tempudau, Kantor Bupati, Senin (6/6/2022).
Dalam kesempatan itu, Ardiansyah menjelaskan, Pemerintah Pusat menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2018 tentang Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) yang diteken pada 17 September 2018 lalu, sebagai upaya untuk terus meningkatkan produktivitas. Serta daya saing industri manufaktur nasional guna untuk mendukung perekonomian di daerah.
“P3DN adalah kewajiban bagi pemerintah, tetapi kewajiban bagi dunia usaha adalah membantu memasarkan. Termasuk yang kita lakukan dengan PT Indomarco saat ini,“ ujarnya di hadapan Kadisperindag Zaini, Kadis DPM PTSP Teguh Budi Santoso, perwakilan PT Indomarco Prisnatama serta undangan lainnya.
Selain itu, Pemerintah Pusat juga terus mendorong agar tiap daerah mampu untuk terus meningkatkan kualifikasi serta kualitas produk UMKM. Dengan harapan agar bisa bersaing dengan produk lainya.
“Kalau produk kita (UMKM Kutim) memiliki kualifikasi, kuantitas dan kualitas yang mampu memenuhi permintaan, maka produk kita bukan hanya akan di pasarkan ditingkat lokal saja, bisa regional bahkan nasional,“ sebutnya.
Ditemui usai kegiatan, Kadisperindag Kutim Zaini mengatakan, Mou ini merupakan bagian dari kerjasama Pemkab Kutim dengan PT Indomarco Prismatama yang akan ditindak lanjuti dengan perjanjian kerja sama. Terkait hasil produk yang akan di edarkan pada semua cabang toko modern di Kutim.
“ini kan juga ada kaitannya dengan pelatihan yang kita laksanakan sebelumnya. Terkait SNI (standar nasional Indonesia) dan PIRT (produk industri rumah tangga), makanya akan kita segera lengkapi, agar produk kita bisa diterima,“ pungkasnya. (kopi6/kopi3)






































Bagus klo bisa bekerja sama dengan perusahaan yg ada di kutai timur daerahnya maju, masyarakatnya sejahtera