Beranda Sosial & Kesehatan Harganas ke-29, Kutim Targetkan 2.885 Akseptor Cegah Stunting

Harganas ke-29, Kutim Targetkan 2.885 Akseptor Cegah Stunting

46 views
0

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman didampingi Wabup Kasmidi Bulang dalam momen peringatan syukuran Harganas ke-29 dirangkai dengan Ultah IBI Kutim. Foto: Irfan/Pro Kutim

SANGATTA – Pemkab Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berecana (DPPKB) Kutai Timur (Kutim) menargetkan sekaligus mendukung sejumlah program prioritas nasional salah satunya percepatan penurunan kekerdilan pada anak (stunting). Hal ini ditegaskan langsung Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dalam momen peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Rabu (15/6/2022).

“Sesuai dengan arahan nasional lewat Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan Harganas 2022 merupakan momentum dalam pencegahan stunting. Harganas 2022 juga menjadi ajang konsolidasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPK) di tingkat kabupaten/kota dan provinsi,” tegasnya disaksikan Wabup Kasmidi Bulang, Dandim 0909/Kutim Letkol CZI Heru Aprianto, Kepala DPPKB Kutim dr Setiadi Halim, Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah, Ketua PC Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kutim Triana Nur dan sejumlah undangan mitra kerja yang hadir.

Ardiansyah menambahkan dengan tema “Ayo Cegah Stunting agar Keluarga Bebas Stunting”, Kutim ingin mencapai target 2.885 akseptor atau peserta keluarga berencana (KB) khusus di 2022 sekaligus mendukung program percepatan pelayanan KB yakni 1 juta akseptor secara serentak.

“Ini menjadi teknik dan cara efektif, dengan akseptor di dalamnya juga sudah mencakup semua aspek kesehatan keluarga seperti menu makanan, lingkungan, kesehatan ibu mengandung dan kelayakan mengandung dalam daya dukung menghindarkan stunting. Saya meminta juga seluruh pihak bekerja sama dalam menyukseskan pencegahan stunting dengan berkoordinasi sekaligus bergerak sampai RT ke RT hasilnya angka penurunan stunting dapat tercapai,” urainya.

Sementara itu, Kepala DPPKB Kutim dr Setiadi Halim melaporkan jika dalam kegiatan ini pihaknya fokus melakukan pelayanan akseptor demi terwujudnya keluarga berkualitas yakni dengan program akses pelayanan KB pasangan subur, peningkatan kinerja KB, meningkatkan peserta KB baru dan konsisten keberlangsungan kontrasepsi.

“Jadi ini menjadi program optimalisasi untuk menurunkan pencegahan stunting dengan tetap mewujudkan keluarga yang berketahanan sebagai pondasi penting pembangunan karakter bangsa,” terangnya. (kopi13)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here