Beranda Kutai Timur Desa Sidomulyo Mulai Garap Pengembangan Agrowisata

Desa Sidomulyo Mulai Garap Pengembangan Agrowisata

191 views
0

Tanam : Bupati Ardiansyah Sulaiman didampingi Plt Asisten Pemerintahan Umum dan Kesra Yuriansyah T, nampak menanam anggur brazil. Hal ini menandai dimulainya penggarapan agrowisata desa. (Foto Ronall J Warsa Pro Kutim)

KONGBENG – Kebijakan penggunaan Dana Desa (DD) maupun Anggaran Dana Desa (ADD) terletak pada niatan Kepala Desa (Kades) hingga Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dalam mengawasi jalannya pembangunan desa secara keberlanjutan. Pembangunan infrastruktur desa sering kali menjadi garapan utama penggunaan dana. Pemanfaatan lain dari dana tersebut bisa pula digunakan untuk mengembangkan sumber daya manusia hingga penggarapan potensi desa.

Dengan tujuan menggali potensi desa lainnya, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kongbeng memulai pembangunan agrowisata di lahan seluas 4 hektare lebih. Dengan rencana pembagian ruas wilayah, mulai dari area parkir, lokasi wisata kuliner, tempat bermain dan wahana anak, ruang pertemuan atau rapat, kolam renang, hingga taman buah-buahan.

“Dukungan pemerintah kabupaten dibutuhkan pemerintahan Desa Sidomulyo. Tahap pertama dilakukan pemagaran di lokasi bakal agrowisata. Penguatan rencana ditetapkan pula dengan adanya Peraturan Desa (Perdes) dan tanah sendiri merupakan milik desa,” terang Sekretaris Desa Sidomulyo Agus Wirawan.

Terangkan : Sekdes Sidomulyo Agus Wirawan menerangkan pada Bupati dan rombongan terkait tahapan-penggarapan agrowisata di lahan milik desa. (Foto Ronall J Warsa Pro Kutim)

Penyelesaian agrowista desa secara keseluruhan, telah menjadi komitmen pihak desa bersama seluruh masyarakat. Tentu bertahap dilaksanakan menyesuaikan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

“Setiap tahunnya akan kami anggarkan dana untuk penyelesainnya. Itu sudah komitmen pemerintah desa,” yakinnya saat ditemui pro.kutaitimurkab.go.id, pada Minggu (26/6/2022).

Bupati Ardiansyah menyambut baik perihal rencana pengembangan agrowisata yang mulai dilakukan pihak desa. Terlebih sudah ada Perdes yang menguatkan pembentukannya. Tinggal pihak desa berkoordinasi lebih lanjut dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMDes) Yuriansyah T.

“Pihak desa saya minta segera menindaklanjutinya dengan melakukan koordinasi bersama pihak DPMDes dan Camat Kongbeng. Tentu dipastikan pula jika lahannya memang milik desa dan bukan tanah R,” ucap Bupati Kutim.

Ditambahkan oleh Kepala DPMDes Kutim Yuriansyah T, ranah Restan (R) merupakan tanah sisa pembagian lahan dalam Unit Permukiman Transmigrasi yang telah diserahkan ke Pemerintah Kabupaten. 

“Tentu wilayah yang digarap bukan lahan R. Karena khawatirnya dikemudian hari ada warga yang menuntut. Apa yang dilakukan pihak desa amatlah luar biasa, harapan besar semua desa di Kutim dapat menggali dan mengelola potensi desanya,” terang Plt Asisten Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Kutim tersebut. 

Perlu diketahui tanah R yang belum dimanfaatkan dapat diberikan gratis kepada warga masyarakat dari pemecahan Kepala Keluarga (KK) peserta transmigrasi yang ditetapkan berdasarkan SK Bupati yang berpedoman kepada Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia. (kopi5/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here