Beranda Pemerintahan Perkuat Database dan Keahlian Ukur Tanah di Kutim, 103 Peserta Dibekali Bimtek...

Perkuat Database dan Keahlian Ukur Tanah di Kutim, 103 Peserta Dibekali Bimtek  

39 views
0

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dalam momen pengarahan Bimtek Pengukuran Tanah. Foto: Irfan/Pro Kutim


 
SANGATTA – Menindaklanjuti permasalahan pertanahan di wilayah Kutim, Bagian Pemerintahan Setkab Kutim terus menggeber program penyelesaian. Salah satunya menggelar kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) Pengukuran Pemetaan dan Pengolahan Data Geospasial untuk aparatur pemerintahan desa, kelurahan dan kecamatan. Kegiatan dilangsungkan di Ruang Ulin, Kantor Bupati Kutim, Selasa (5/7/2022) hingga Kamis (7/7/2022) mendatang.
 
Kegiatan langsung dibuka Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman didampingi Seskab Kutim Rizali Hadi dan Plt Asisten Pemkesra sekaligus Kabag Pemerintahan Setkab Kutim Trisno. Dalam arahan singkatnya, Ardiansyah merasa yakin jika kegiatan ini akan membawa manfaat untuk para aparatur pemerintahan yang ada di desa, kelurahan hingga kecamatan.


 
“Para peserta tentunya dapat menyerap ilmu dari narasumber untuk bisa mengetahui proses yang benar sesuai kajian teknis yang dapat dipertanggungjawabkan, dalam pengukuran wilayah batas desa maupun kecamatan,” tegasnya.
 
Selanjutnya, setelah momen bimtek ini diharapkan seluruh peserta langsung dapat mengaplikasikan di wilayah daerah masing-masing. Tentunya harus sudah paham tentang penggunaan alat-alat kerja.
 
“Hasilnya dapat membantu mengatasi persoalan krusial di daerah masing-masing. Saya harap persentase 50 persen persoalan tanah di daerah Kutim dapat segera teratasi,” harap Ardiansyah.


 
Sementara itu, Plt Asisten Pemkesra Trisno melaporkan pada bimtek gelombang 1 ini diikuti sebanyak 51 peserta yang berasal dari 11 kecamatan. Selanjutnya pada minggu depan di gelombang 2, ada 52 peserta dari 7 kecamatan yang akan bergabung.
 
“Jadi jumlahnya ada 103 peserta,” jelasnya.
 
Ia menambahkan kegiatan ini merupakan tindak lanjut program penyelesaian administrasi pertanahan sejak 2014. Intinya mengurai sekaligus menyelesaikan permasalahan ataupun sengketa pertanahan. Permasalahan tanah terjadi karena database yang kurang lengkap.
 
“(Persoalan) ini akan kita benahi dalam bimtek. Kemudian penguatan teknik pengukuran yang sesuai dan benar, jadi tidak menimbulkan konflik di masyarakat,” urainya.
 
Berikutnya, target dari bimtek ini dapat tersedianya SDM yang mampu melakukan pengukuran geospasial dan siap kerja. Para peserta akan dilatih langsung oleh tenaga teknis pemerintahan yang terdiri dari 5 narasumber. (kopi13/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here