Beranda Kutai Timur Lestarikan Budaya, di Pelas Laut Warga Beramai-Ramai Melarung Perahu Naga

Lestarikan Budaya, di Pelas Laut Warga Beramai-Ramai Melarung Perahu Naga

79 views
0

Momen rangkaian ritual Pelas Laut yang menjadi bagian dari Festival Sekerat Nusantara 2022.(Hasyim Dokpim)

BENGALON- Rangkaian ritual Pelas Laut yang menjadi bagian dari Festival Sekerat Nusantara 2022 turut diikuti jajaran pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim), Minggu (17/7/2022).

Sebelum melarung sesajian di atas perahu naga ke laut oleh masyarakat, terlebih dulu dilaksanakan doa bersama dan ritual tepong tawar adat Kutai. Untuk keselamatan bersama dan tolak bala, dipimpin Bupati Kutim H Ardiansyah. Rangkaian prosesi adat warisan leluhur tanah Kutai ini juga dihadiri Wabup H Kasmidi Bulang, Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Shodikin, belasan kepala OPD lingkup Pemkab, tokoh adat serta tokoh masyarakat

Achmad Dani, selaku pemangku adat Kutai Desa Sekerat menjelaskan tradisi ini sering dilaksanakan secara kecil-kecilan. Olehnya dijelaskan tentang asal usul Pelas Laut Desa Sekerat. Dalam bahasa Kutai disampaikan bahwa tradisi ini merupakan warisan nenek moyang dan dilestarikan hingga sekarang.

“Kami hanya menjalankan saja. Di Tenggarong, ada melarung naga, maka di sini (Sekerat) perahu naga,” jelasnya.

Ritual dimaksud dilakukan demi keselamatan pantai dan masyarakat. Mempersembahkan syukur hasil bumi untuk penguasa tanah, udara hingga laut dan seisi alam. Mengiringi perjalanan ke laut, membawa permohonan maaf untuk segala bentuk kesalahan.

“Meminta pada penguasa agar kampung dan seisinya selamat,” ujarnya. “Biasanya dilaksanakan Pelas Laut selamat tujuh hari tujuh malam. Hanya saja kali ini simbolis dilaksanakan sehari.

Sebelum melarung perahu naga, Bupati, Wabup serta Danlanal Sangatta didampingi pemangku adat lebih dulu menyelesaikan prosesi tepong tawar.

Diawal acara adat, Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman memimpin pembacaan doa. Agar masyarakat desa Sekerat diberikan keselamatan dan kemakmuran. Warga juga telah menyediakan 40 macam jajanan tradisional dan membuat lemang 200 kilogram untuk dinikmati bersama.

Saat prosesi melarung perahu naga, masyarakat bersama-sama menggotong perahu menuju tepi laut. Di atas pasir pantai yang berbatasan asir laut telat disediakan kain kuning sebagai alas perahu. Saat berhenti sejenak, dilanjutkan pemasangan layar dan lainnya. Kemudian perahu naga ditarik ke tengah laut menggunakan perahu lainnya dan sesajian dilarung. Sedangkan perahu naga dibawa kembali. Sementara perahu dilarung, warga berebut kain kuning alas perahu yang dipercaya sebagai berkah. Seluruh rangkaian Pelas Laut yang dimulai pukul 14.20 WITA dan berakhir sekitar pukul 15.30 WITA. (kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here