Beranda Entertainment Tanpa APBD, Festival Sekerat Nusantara Semarak – Potensi Digelar Lebih Akbar Undang...

Tanpa APBD, Festival Sekerat Nusantara Semarak – Potensi Digelar Lebih Akbar Undang Menparekraf

63 views
0

Kepala Desa Sekerat Sunandhika.
Foto: Fuji Pro Kutim

BENGALON- Panitia pelaksana Festival Sekerat Nusantara yang sukses menggelar kegiatan tanpa menyedot Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) benar-benar patut diacungi jempol. Di bawah koordinasi Kepala Desa Sekerat Sunandhika, pihak panitia festival yang bakal berlangsung beberapa hari 17-23 Juli 2022 ini sanggup memaksimalkan para pihak untuk terlibat menyukseskan acara.

“Tujuan dari festival ini selain melestarikan kesenian dan kebudayaan, dengan melibatkan UMKM juga untuk menghidupkan ekonomi kerakyatan. Rangkaian acara ini kami kemas spektakuler dan itu pun tidak menggunakan APBD. Kami punya moto, berbuat saja, mudah-mudahan niat baik ini tersalurkan dengan baik kepada masyarakat,” kata Kepala Desa Sekerat Sunandhika disela-sela kegiatan dimaksud.

Meski bisa memaksimalkan sumber daya yang ada, Kades Sekerat tetap berharap dukungan dari Pemkab Kutim. Khususnya komitmen dari Bupati dan Wabup Kutim dalam membenahi infrastruktur yang ada. Agar akses yang dilalui masyarakat menuju Desa Sekerat semakin mudah. Pada akhirnya semua event yang digelar di Pantai Sekerat akan terjangkau.

Kemudian mendukung pengembangan program unggulan desa, yakni sektor pariwisata.

“Ternyata Kabupaten Kutai Timur (Kutim) juga memiliki potensi pantai yang harus dikembangkan. Ditunjang hutan mangrove serta (bukit) paralayang,” jelasnya.

Pelestarian adat kebudayan di Sekerat juga tak kalah bagusnya. Pelas Laut adat Kutai menjadi buktinya. Melengkapi Festival Sekerat Nusantara, pemerintah desa setempat dengan melibatkan pemangku adat juga menggelar Pelas Laut, yakni tradisi budaya warisan nenek moyang dan dilestarikan hingga kini. Jika di Tenggarong ada melarung naga, maka di Sekerat melarung perahu naga. Ritual dimaksud dilakukan demi keselamatan pantai dan masyarakat. Mempersembahkan syukur hasil bumi untuk penguasa tanah, udara hingga laut dan seisi alam. Mengiringi perjalanan ke laut, membawa permohonan maaf untuk segala bentuk kesalahan. Meminta pada penguasa agar kampung dan seisinya selamat.

Selain itu mengenai pentas seni tari selama panggung hiburan berlangsung juga menjadi cara Kades mengekplorasi bakat para generasi desanya. Sebagai bentuk pelestarian kearifan lokal. Meningkatkan potensi wisata bahari dengan menggelar mincing mania, lomba balap kapal sebagai bagian Festival Sekerat Nusantara.

“Ayo sama-sama kita perkenalkan pantai kita di sini (Sekerat),” ujar Sunandhika mengajak warga datang di acara yang menelan anggaran hingga Rp 300 juta tersebut.

Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi pihak panitia Festival Sekerat Nusantara yang sukses menggelar kegiatan spektakuler untuk ditingkat kecamatan. Selain tanpa dukungan APBD, acara yang digelar mengakomodir UMKM, pelaku kesenian dan budaya hingga olahraga tradisional. Sehingga dapat mendorong promosi pariwisata daerah.

“Budaya di Kutim, di darat ada Pelas Tanah maka di sini (Sekerat) ada Pelas Laut. Ritual adat ini patut dilestarikan. Menjadi menarik karena berbeda dan dilaksanakan di kawasan Pantai Sekerat yang indah,” sebut Ardiansyah didampingi Wabup H Kasmidi Bulang, Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Shodikin serta pejabat lainnya.

Dia mengakui tradisi melarung perahu naga sangat unik. Apabila dikemas lebih baik lagi, bukan tidak mungkin bisa menarik perhatian Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk datang dan ikut mempromosikan potensi Kutim satu ini. Perahu naga yang dibuat oleh masyarakat setempat dibuat dalam waktu hampir sebulan dari pohon Kuini yang ada.

“Alhamdulillah perahu naga itu tidak dilepas setelah isinya dilarung. Karena akan dikembalikan dan dijadikan monumen. Nanti tahun depan dilepas lagi seperti itu,” jelas Bupati.

Karena menyimpan potensi besar bidang pariwisata, Ardiansyah berharap festival ini dilaksanakan dalam skala lebih besar di masa datang. Dengan alasan tersebut, ia lantas meminta Dinas Pariwisata dan Dinas PU berkoordinasi untuk meningkatkan fasilitas yang ada.

Senada dengan Bupati Kutim, Anggota DPRD Kutim Asmawardi juga menyatakan mendukung Festival Sekerat Nusantara beserta tradisi Pelas Lautnya dikembangkan lebih baik lagi. Intinya apabila ada permintaan pihak pemerintah setempat untuk mengembangkan potensi dimaksud, maka selaku wakil rakyat di DPRD Kutim, ia akan mendukung melalui kebijakan anggaran, selama Pemkab Kutim mengusulkan. (kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here