Beranda Kutai Timur PT PSI Tanam Investasi Rp 55 M di Kutim – Bangun Bulking...

PT PSI Tanam Investasi Rp 55 M di Kutim – Bangun Bulking Storage Tank untuk KEK-MBTK

148 views
0

Momen Bupati saat menyaksikan penandatangan PKS. (Foto Yulius Alvian Pro Kutim)

SANGATTA- Ketika bicara menunggu, itu bukan hanya tentang waktu, tetapi juga ujian kesabaran dan komitmen. Bicara tentang titik saat akhirnya memutuskan untuk percaya bahwa kesempatan itu pasti datang. Mungkin itulah pernyataan pas dari seorang novelis, penyair, esais, jurnalis dan penulis kuliner dwibahasa Laksmi Pamuntjak, mendeskripsikan segala upaya yang sudah dilakukan oleh Pemkab Kutim selama ini dalam menarik investor agat mau berkiprah di Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK-MBTK). 

Sejak digaungkan awal 2002 lalu oleh mantan Bupati Kutim Awang Farouk Ishak, kerinduan beroperasinya KEK-MBTK akhirnya bakal segera terwujud. Dengan ditandatanganinya Perjanjian Kerja Sama tentang Investasi Usaha di KEK-MBTK antara Direktur PT MBTK Muhammad Ade Himawan dengan Direktur PT Palma Serasih Internasional (PSI) Astrida Niovita Bachtiar, pada Rabu (20/7/2022) sore di ruang kerja bupati. 

Penandatanganan PKS tersebut disaksikan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Teguh Budi Santoso selaku Kepala Administrator KEK-MBTK, Plt Kepala Bagian Hukum Januar Bayu Irawan dan beberapa jajaran staf PT PSI

“Didasari dengan pertimbangan teknis dan ekonomi yang mendalam maka Pemkab Kutim di wakili Bupati Awang Farouk Ishak waktu itu bersama DPRD (Kutim) bersepakat merencanakan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Maloy. Saya menjadi salah satu saksinya saat menjadi Wakil Ketua DPRD Kutim,” terangnya.

Ini adalah momentum yang sangat baik bagi perkembangan perekonomian di kawasan Kutim dan Kaltim pada umumnya. Mewakili masyarakat Kutim, Bupati menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada PT PSI yang sudah berinvestasi di kawasan KEK-MBTK. Momen ini sudah lama ditunggu bahkan melambatnya progres sempat mendapat teguran dari Dewan Ekonomi Nasional.

“Alhamdulillah hari ini sudah ada investor. Mudah-mudahan ada lagi yang menyusul,” ungkap Ardiansyah. 

Sementara itu Direktur PT PSI Astrida Niovita Bachtiar menjelaskan bahwa investasi awal sebesar Rp 55 miliar. Berupa pembangunan bulking storage di lahan seluas 3 hektare. Industri perkebunan merupakan sebuah mata rantai dari hulu ke hilir. Dimulai dari ketersediaan lahan hingga produk turunan kelapa sawit yang saat ini semakin giat diriset dan dikembangkan. 

“Unit pendukung bisnis perkebunan dan pengolahan kelapa sawit seperti unit transport, bulking storage dan kernel crushing plant saat ini menjadi salah satu cara mendapatkan nilai lebih produk kelapa sawit,” jelasnya.

Lebih lanjut Astrida menjelaskan, bulking storage adalah unit pendukung industri perkebunan yang saat ini menjadi hal utama untuk antisipasi terjadinya “top tank” pada tangki timbun dan kondisi alam yang kurang bersahabat untuk kapal pengiriman. Sehingga tidak menyebabkan perusahaan berhenti berproduksi.

“Bulking storage juga menjadi alternatif untuk pemilik perusahaan dalam tinjauan ekonomis. Yaitu sebagai tempat pengondisian temperatur CPO sesuai dengan kontrak pembelian sebelum dilakukan pemompaan ke tongkang,” tambahnya. (kopi4/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here