Beranda Kutai Timur Pengurusan Baru PMI Kutim Fokus Pembangunan Markas hingga Pelatihan Kebencanaan 

Pengurusan Baru PMI Kutim Fokus Pembangunan Markas hingga Pelatihan Kebencanaan 

184 views
0

Momen pelantikan kepengurusan PMI Kutim periode 2022 – 2027 dihadiri Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Foto: Hasyim/Dokpim Kutim

SANGATTA – Kepengurusan baru Palang Merah Indonesia (PMI) Kutai Timur (Kutim) langsung bergerak melakukan sejumlah program prioritas utama. Salah satunya yakni membangun gedung sekretariat atau markas PMI Kutim. Pasalnya PMI Kutim belum memiliki bangunan yang representatif. Hal ini ditegaskan langsung oleh Ketua PMI Kutim Kasmidi Bulang yang baru saja dilantik bersama pengurus lainnya oleh Ketua PMI Kaltim Sayid Irwan di Pelangi Room Hotel Royal Victoria, Senin (25/7/2022). 

Untuk itu Kasmidi bersama 14 pengurus inti yang tergabung dalam PMI Kutim periode 2022 – 2027 akan langsung mengawal proses pembangunan markas PMI Kutim.

“Kami sudah ada bertemu dengan manajemen PT Kaltim Prima Coal (KPC) terkait tindak lanjut kelanjutan bantuan pembangunan markas PMI Kutim. Dari saran manajemen KPC, mereka menyarankan untuk mencari lahan di luar. Jadi proses land clearing (pembersihan lahan) dan persiapan pembangunan gedung bisa segera dilaksanakan,” kata pria yang juga menjabat sebagai Wabup Kutim tersebut.

Ditambahkan Kasmidi, untuk tahap awal pembangunan persiapan ini menggunakan dana CSR PT KPC sebesar Rp 500 juta. Bagian sumbangsih KPC untuk PMI Kutim. Menurutnya markas PMI Kutim memang harus segera berdiri. Sebab nantinya akan difokuskan untuk melayani pelayanan darah yang steril selama 24 jam. Dengan fasilitas penunjang yang sesuai standar. Selanjutnya PMI Kutim juga akan memfokuskan dalam program lainnya, seperti peningkatan medis relawan dalam penanganan kebencanaan di lapangan.

“Ini hal yang juga kita perhatikan, karena menjadi petugas PMI dalam memaksimalkan pekerjaannya. Tentunya dengan semangat dan panggilan jiwa untuk kegiatan sosial terus solid,” bebernya.

Lebih jauh, PMI Kutim juga akan terus menggeber program Korean International Cooperation Agency (Koica) dengan melatih kesiapsiagaan bencana, pertolongan pertama, dan COVID-19 kepada anak-anak tingkat sekolah dasar (SD) hingga mahasiswa. Khusus untuk mahasiswa, mereka akan siap ketika nanti diterjunkan dalam penanggulangan bencana banjir. Kemudian, ada pelatihan untuk edukasi antisipasi dini bencana dan materi lainnya secara gratis. Dalam koridor kerja nyata atau aksi sosial yang dimaksimalkan. Melibatkan relawan dari kecamatan, mulai dari mahasiswa STAIS, STIPER dan STIENUS.

“Intinya kita siapkan kesatuan kerja bersama untuk tujuan kemanusiaan,” terangnya.

Senada, Ketua PMI Kaltim Sayid Irwan memberikan harapan untuk kepengurusan baru PMI Kutim agar segera melaksanakan program kerja sesuai AD/ART.

“Saya harap kepengurusan PMI Kutim langsung bisa memberikan kontribusi nyata di lapangan dengan bekerja secara profesional. Sesuai dengan 7 prinsip dasar kerja yakni kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan dan kesemestaan.

“PMI Kutim ini tidak digaji, tekankan niat ikhlas membantu sesama sebagai amal jariyah kita,” harapnya.

Sebelumnya, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dalam arahannya, meminta kepada PMI Kutim untuk langsung melayani aksi kemanusiaan di lapangan.

“Selamat dan sukses untuk kepengurusan yang baru dalam melaksanakan tugas selama 5 tahun ke depan. PMI ini adalah organisasi sudah tua bahkan di dunia. dilihat dari sejarahnya selalu hadir jika ada persoalan di kebencanaan,” ungkap Ardiansyah.

Ditambahkan Ardiansyah, dengan tugas sosial yang menjadi kinerja mereka harus melindungi masyarakat. Maka PMI pastinya menjadi bagian yang sangat penting dalam kondisi kebencanaan. Untuk diketahui, Kutim bahkan seluruh Kaltim termasuk daerah rawan bencana dalam artian banjir hingga kebakaran. Ardiansyah menyebut PMI memiliki tempat sebagai bagian yang tanggap dalam aksi sosial.

Kemudian, soal bank darah ia berpesan agar PMI Kutim bisa juga fokus dalam hal ini. Karena bukan tugasnya rumah sakit atau dari Dinas Kesehatan, namun menjadi tupoksi PMI.

“Saya pun mendukung segera dibangunnya markas PMI yang sesuai standar,” jelasnya.

Lebih jauh, Ardiansyah meminta PMI Kutim terus bersinergi bersama KPC dalam membangun markas PMI ini. Terus bergandengan tangan dalam donasi sosial dalam membantu masyarakat. Selain itu harapan lain dari Bupati adalah PMI memperbanyak kerja sama dengan lembaga lainnya. Khususnya dalam meningkatkan keterampilan penanganan medis. (kopi13/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here