Beranda Kutai Timur Diskop UMKM Kutim Angkat Semangat Berkarya di Pelatihan Rotan

Diskop UMKM Kutim Angkat Semangat Berkarya di Pelatihan Rotan

51 views
0

Bupati Ardiansyah Sulaiman mengalungkan tanda kartu peserta pelatihan olahan rotan. Foto: Irfan/Pro Kutim

SANGATTA – Dinas Koperasi dan UMKM Kutim terus fokus dalam tupoksinya memperhatikan sekaligus menumbuhkan perekonomian rakyat. Dalam momen kali ini, Diskop UMKM mengungang sebanyak 30 peserta pelaku UMKM dari beberapa kecamatan di Kutim dalam pelatihan olahan rotan di Teras Belad, Senin (22/8/2022).

Kegiatan langsung dibuka Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman didampingi Kepala Diskop UMKM Kutim Darsafani. Menghadirkan narasumber Supriyadi dan beberapa undangan yang hadir.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan, berangkat dari kebijakan pemerintah diputuskan bahwa memang rotan bukan komoditi ekspor. Karena memang masuk dalam tanaman hutan yang hasilnya bahan mentah.

“Namun, tetap harus dipelihara dan dirawat, seterusnya secara turun temurun. Karena sebagian besar di wilayah Kutim banyak tanaman rotan sebagai budi daya. Jadi bisa dikirim untuk bahan kerajinan produk Kutim. Nah, hasilnya tahun ini, kita kebut ekonomi kerakyatan dengan hasil hutan rotan kita,” jelasnya.

Kemudian, dari hasil rotan ini bisa dijadikan produk nilai tambah untuk para pelaku pengrajin. Pemkab terus memfasilitasi segala sektor apa pun. Apalagi menyangkut kerajinan produk asli Kutim.

“Saya apresiasi Diskop UMKM dalam pelatihan ini dan tentunya kepada semua OPD lainnya. Saya juga mendorong para pihak memiliki potensi dan tupoksi melatih masyarakat dalam menumbuhkan ekonomi kreatif. Dikebut dan ditunjang dengan gelaran kegiatan yang meningkatkan perputaran ekonomi,” tegasnya.

Lebih jauh, Ardiansyah juga berpesan kepada semua pelaku UMKM, untuk mengedepankan kewajiban memakai lisensi Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN). Karena dengan P3DN dapat memberdayakan industri dalam negeri, memperkuat struktur industri dalam negeri. Serta mengoptimalkan produk dalam negeri pada pengadaan barang/jasa pemerintah.

“Jadi ini harus dijalankan oleh seluruh pelaku UMKM di Kutim. Hasilnya dapat semangat berkarya dalam menciptakan produk kerajinan Kutim,” bebernya.

Senada, Kepala Diskop UMKM Darsafani mengutarakan, pihaknya fokus melakukan peningkatan SDM terutama dalam pelatihan kerajinan. Sebelumnya, Diskop UMKM sudah pernah melaksanakan pelatihan olahan bambu dan kali ini khusus rotan.

“Selanjutnya dalam waktu beberapa hari ke depan ada juga pelatihan olahan gula aren, madu kelulut dan kopi dari buah mangrove,” urainya.

Ia menambahkan, pihaknya ingin menunjukkan eksisnya OPD Diskop UMKM dalam menggenjot produksi dan pemasaran kerajinan asli Kutim. Tidak hanya pelatihan, Diskop UMKM Kutim juga akan berikan alat produksi dan rumah bangunan produksi yang masuk dalam anggaran Diskop UMKM.

“Kita juga akan libatkan rumah makan, toko retail dan lainnya untuk menggeliatkan pasar, nanti ada MoU-nya. Intinya kita terus fokus dalam menggeliatkan kerajinan asli Kutim bisa menjadi barometer peningkatan ekonomi rakyat dan tentunya tidak ada hambatan,” terangnya.

Sementara itu, Suwandi dari panitia pelaksana (panpel) melaporkan memang kegiatan ini dilakukan untuk mengasah dan menciptakan inovasi. Hasilnya dapat menarik minat pasar untuk kesejahteraan masyarakat.

Selama 4 hari mulai Senin (22/8/2022) hingga Kamis (25/8/2022), sebanyak 30 peserta akan digembleng langsung oleh narasumber yang kompeten di bidangnya. Yakni Supriyadi yang merupakan pensiunan dari Diskop UMKM Kaltim. Pelatihan nanti akan dipadu dengan latihan kemampuan dasar, terampil hingga mahir.

“Peserta yang hadir perwakilan dari Kecamatan Muara Bengkal, Muara Ancalong, Telen, Muara Wahau, Kongbeng, Karangan. Teluk pandan dan Bengalon. Kutim ini memiliki wilayah potensi tanaman rotan yang sangat cukup menjanjikan,” ulasnya. (kopi13/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here