Beranda Kutai Timur BLUD Diskusi Samakan Persepsi Bahas Remunerasi – Untuk Tingkatkan Pelayanan dan Kesejahteraan

BLUD Diskusi Samakan Persepsi Bahas Remunerasi – Untuk Tingkatkan Pelayanan dan Kesejahteraan

57 views
0

Diskusi menarik terjadi selama Bimtek penyusunan RBA dan Remunerasi BLUD yang diikuti 21 Puskesmas, 1 Labkesda dan 1 RS Pratama di Ruang Crystal, Hotel Mercure, Samarinda. (Fuji Pro Kutim)

SAMARINDA- Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan Rencana Bisnis Anggaran (RBA) dan Remunerasi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk 21 Puskesmas, 1 Labkesda dan 1 RS Pratama beranjak ke hari kelima, pada Sabtu (28/8/2022). Di hari terakhir bimtek ini, peserta mulai membahas tentang remunerasi. Dilaksanakan diskusi atau berbagi pengalaman antara enam Puskesmas yang sudah lebih dulu BLUD, kepada UPT lain yang baru saja alih status.

Dalam diskusi ini selain pemateri dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Arief Budiarto yang mengawal setiap presentasi peserta, namun juga ada Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim Hariyati. Untuk menyamakan persepsi terkait penganggaran pihak panitia juga menghadirkan perwakilan Inspektorat Wilayah Kabupaten (Itwilkab), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

“Penyusunan remunerasi harus menyamakan perpepsi dan disesuaikan dengan regulasi yang berlaku,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Hariyati.

Satu hal yang dibahas salah satunya adalah variabel jasa yang termasuk dalam remunerasi yaitu lembur. Arief Budiarto dari UGM menjelaskan untuk variabel pembayaran jasa lebur harus dibuat insidental. Yakni dilaksanakan hanya pada waktu tertentu, tidak secara tetap atau rutin. Dengan kata lain sewaktu-waktu seperti pada hari libur nasional atau perayaan hari raya.

“Jadi lembur bisa diadakan namun sifatnya insidental,” tegas Arief. “Untuk libur beda dengan lembur, silakan diatur yang penting (total) jam kerja terpenuhi,” tambahnya.

Berikutnya perihal yang dibahas adalah remunerasi bagi para tenaga medis yang tugas rangkap. Contoh sederhana adalah dokter yang menjadi pimpinan BLUD namun juga melayani pasien karena keterbatasan sumber daya manusia. Hal ini sebelumnya penganggaran ganda dihindari, namun ternyata pembiayaan dimaksud dimungkinkan, karena dokter yang menjalankan tugas ganda memiliki fungsi yang berbeda. Satu menjadi Kepala BLUD, sementara lainnya adalah fungsional yang melayani kesehatan pasien.

Selain reviu hasil penyusunan RBA dan remunerasi, juga dipaparkan soal perpajakan baru untuk BLUD tahun 2022 sesuai Undang-Undang 7/2022 tentang HPP. Simulasi penggunaan tools untuk menghitung pajak atas belanja BLUD. Kwajiban pemungutan pajak atas belanja BLUD. Tatap cara pengadaan barang dan jasa, jenjang nilai pengadaan, metode pengadaan. Selanjutnya pelaku pengadaan seperti KPA (Kuasa Pengguna Anggaran), pejabat pengadaan hingga PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan). Melengkapi bimtek hari kelima yang berlangsung sejak pukul 09.00 WITA ini turut dibahas draf Peraturan Bupati tentang remunerasi serta pengadaan barang dan jasa.

Perlu diketahui, mengutip www.blud.co.id remunerasi adalah jumlah total kompensasi yang diterima oleh pegawai sebagai imbalan dari jasa yang sudah dikerjakannya. Di dalam BLUD, Pejabat Pengelola dan pegawai BLUD diberikan remunerasi sesuai dengan tanggung jawab dan profesionalisme. Remunerasi tersebut dapat diberikan dalam komponen yang meliputi gaji, tunjangan, insentif, bonus atau prestasi, pesangon dan pensiun.

Remunerasi tersebut diatur dengan peraturan kepala daerah berdasarkan usulan pemimpin dengan mempertimbangkan prinsip proporsionalitas, kesetaraan, kepatuhan, kewajaran dan kinerja. Selain itu, pengaturan remunerasi juga dapat memperhatikan indeks harga daerah/wilayah. Penghitungan pengaturan remunerasi ini meliputi pengalaman dan masa kerja, keterampilan, ilmu pengetahuan dan perilaku, resiko kerja, tingkat keawatdaruratan, jabatan yang disandang dan hasil atau capaian kinerja.

Penetapan remunerasi bagi pemimpin mempertimbangkan faktor dan jumlah aset yang dikelola, tingkat pelayanan serta produktivitas, pelayanan sejenis, kemampuan pendapatan dan kinerja operasional berdasarkan indikator keuangan, pelayanan, mutu serta manfaat bagi masyarakat. (kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here