Beranda Kutai Timur Harga Bahan Pokok Terus Naik, Disperindag Usul Operasi Pasar Murah

Harga Bahan Pokok Terus Naik, Disperindag Usul Operasi Pasar Murah

98 views
0

Pimpin : Asisten II Zubair memimpin coffee morning, didampingi Kabag Administrasi Pembangunan Deky Hermawan (kiri) dan Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Akhmad Fauzan. (Foto Eben Pro Kutim)

SANGATTA – Rapat Kerja Pemkab Kutim, pada Senin (19/9/2022) siang di Ruang Meranti, Kantor Sekretariat Kabupaten Kutai Timur Setkab Kutim). Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Seskab Zubair mewakili Bupati. Sejumlah perihal terkait dengan kenaikan harga yang berdampak di masyarakat imbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), menjadi sasaran utama bahasan rapat. Rapatu diikuti sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Pada gelaran pertama, saya meminta laporan terkait kenaikan harga-harga di pasaran. Dimulai dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag),” minta Zubair dengan tegas.

Hal itu lantas dijawab oleh Kadisperindag Zaini, ia menyimpulkan beberapa kenaikan harga bahan pokok terjadi pada tiap kecamatan. Seperti halnya Sangatta Utara, Sangatta Selatan, serta Sangkulirang. Namun dari semua itu, di Sangkulirang agak aman. Dikarenakan adanya pelabuhan laut. Begitupun di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, karena wilayahnya dilintasi jalur ekspedisi angkutan darat.

“Hal tersebut adalah keuntungan untuk distribusi barang ke ketiga kecamatan tersebut, walaupun harga barang mengalami kenaikan. Yang jadi kekhawatiran kami, yakni bagian hulu Kutim. Seperti Busang, Long Mesangat, Muara Bengkal, hingga Muara Ancalong. Mengingat jalur transportasi darat yang dilalui lumayan berat. Tentu kita berharap dapat segera melaksanakan operasi pasar murah pada tiap kecamatan,” terangnya.

Sebelumnya, pada Selasa (6/9/2022) lalu saat Rapat Forkopimda terkait pengendalian inflasi, Kadisperindag Zaini melaporkan hasil pantauan di lapangan, telah terjadi kenaikan harga telur yakni Rp 60.000 per piringnya. Walaupun demikian untuk di Sangatta, terdapat peternak-peternak ayam petelur. Sehingga untuk kebutuhan telur dalam daerah masih dapat memunuhi kebutuhan di pasaran.

“Untuk ketersedian telur dari para peternak yang ada di Sangatta. Ada 18.000 butir telur yang tersedia dalam setiap harinya. Sehingga ini yang dapat memenuhi kekurangan pasokan telur dari luar daerah. Jika harus mendatangkan dari luar daerah, tentu harganya akan jauh lebih mahal,” ungkap Zaini.

Namun yang dikhawatirkan Kadisperindag ke depan, harga telur ayam akan terus naik. Jika mengingat para peternak bergantung pada pakan ternak dari luar Kutim. Perlu diketahui sebelum pandemi COVID-19 berlangsung, para peternak dapat menghasilkan telur dalam satu harinya sebanyak 40.000 butir per hari. Untuk saat ini jumlahnya turun, lebih dari setengahnya. Untuk itu dibutuhkan keseriusan lebih jauh dari para peternak, untuk mengupayakan pemenuhan kebutuhan pakan ternak secara mandiri. (kopi16/kopi3/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here