Beranda Kutai Timur Potensi Menjanjikan, Kutim Siapkan Lahan 1250 Hektare Dukung Produksi Holtikultura

Potensi Menjanjikan, Kutim Siapkan Lahan 1250 Hektare Dukung Produksi Holtikultura

71 views
0

KAUBUN- Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) akan menyiapkan lahan dan pengembangan potensi produksi holtikultura. Khususnya pisang untuk tujuan ekspor dengan menyiapkan lahan seluas 1250 hektare di empat kecamatan. Yakni Kecamatan Kaubun, Kaliorang, Sangkulirang dan Kecamatan Karangan. Bisnis holtikultura diyakini sangat prospek atau menjanjikan selain sektor perkebunan. 

“Dari beberapa studi perbandingan hasil usaha antara holtikultura dan perkebunan diperoleh ratio 1 berbanding 9. Artinya hasil yang diperoleh 1 hektare tanaman holtikultura baru sama hasilnya dengan 9 hektare lahan perkebunan. Jadi memang hasilnya sangat prospektif atau menjanjikan,” ujar Ardiansyah saat mendampingi Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian RI Liferdi Lukman pada peluncuran ekspor pisang gepok grecek di Desa Kadungan Jaya, Kecamatan Kaubun pada Kamis (29/9/2022). 

Selain itu, untuk mendukung ketahanan pangan, Pemkab Kutim juga akan mengembangkan konsep food estate yang dilakukan secara terintegrasi. Mencakup pertanian, perkebunan dan peternakan yang berada di suatu kawasan lahan luas. Manfaat yang dihasilkan dari keberadaan program food estate ini tidak hanya langsung, namun juga memberikan manfaat secara tidak langsung.

“Manfaat langsung yang dihasilkan berupa peningkatan produksi dan penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat lokal dan petani,” jelasnya.

Dalam kesempatan dialog dengan kelompok tani, Bupati Ardiansyah menanggapi beberapa usulan warga. Diantaranya ketersediaan pasokan listrik, pembuatan dan peningkatan jalan usaha tani serta fasilitas penunjang lainnya. Untuk ketersediaan listrik, khusus di desa Kadungan Jaya, PLN menargetkan pada 2023 jaringan listrik sudah terpasang. Saat ini jaringan baru sampai di Desa Sempayau. Artinya tinggal beberapa kilometer lagi sudah masuk di Kadungan Jaya. Untuk jalan usaha tani selain dana dari Dinas Pertanian Kutim, bisa memanfaatkan dana dari Pemprov atau Pemerintah Pusat. 

“Mekanisme serta skemanya akan dipelajari agar pemanfaatannya lebih optimal, “ujarnya.

Untuk keberhasilan Kelompok Tani Taruna Bina Mandiri yang berhasil melakukan ekspor pisang gepok gerecek ke Singapura, Ardiansyah menyampaikan apresiasi yang tinggi. Dia berjanji akan terus mendukung pengembangan dan produksi turunannya. 

“Atas nama masyarakat dan Pemkab Kutim, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi tingginya bagi seluruh petani yang telah berhasil melaksanakan ekspor pisang gepok gerecek ke mancanegara,” ujarnya. (kopi4/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here