Beranda Entertainment Diluncurkan Dispar, Tenun Rakat Jadi Produk Khas Kutim

Diluncurkan Dispar, Tenun Rakat Jadi Produk Khas Kutim

77 views
0

Suasana launching tenun rakat khas Kutim di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim. Foto: Wahyu /Pro Kutim

SANGATTA – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kutai Timur (Kutim), Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pariwisata (Dispar) meluncurkan tenun rakat sebagai kain tenun khas Kutim, Selasa (11/10/2022) malam. Peluncuran dilaksanakan saat malam ramah-tamah HUT ke-23 Kutim yang berlangsung di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim.

Momen ini turut disaksikan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman didampingi Ketua Deskranasda Kutim Siti Robiah, Ketua DPRD Joni dan beberapa Anggota DPRD Kutim, Wakil Ketua Dekranasda Kaltim Erni Makmur. Kepala Kejari Kutim Henriyadi, Dandim 0909/Kutim Heru Aprianto, Kapolres Kutim AKBP Anggoro Wicaksono. Tampak pula hadir Seskab Rizali Hadi, Asisten Pemkesra Poniso Suryo Renggono, Asisten Perekobang Zubair, Kepala OPD, para Camat, stakeholder dan undangan lainnya.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan peluncuran tenun rakat merupakan salah satu persembahan dari Dispar yang diharapkan menjadi produk layak di pangsa pasar lokal, nasional hingga internasional.

“Kebetulan tenun rakat ini, perajinnya adalah UMKM yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT), namun berada di Kaliorang. Alhamdulillah tenun ini menjadi kekayaan khasanah pada batik Kutim,” tegas Ardiansyah.

Ia pun menyanjung motif tenun yang bercorak rakat dari inspiratornya Awang Faroek. Tak lupa, Ardiansyah pun mengapresiasi Dispar yang terus berkreasi memunculkan produk-produk lokal yang berkualitas untuk bangsa. Produk itu berasal dari para UMKM Kutim. Secara langsung membantu perekonomian dan memacu mereka agar terus berkembang secara bertahap.

“Mudah-mudahan ini menjadi kesempatan terbaik bagi penenun, terutama tenun rakat. Agar bisa lebih berkreasi lagi,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Dispar Kutim Nurullah mengatakan, tenun rakat berawal dari ide mantan Bupati Kutim pertama, yaitu Awang Faroek Ishak. Untuk memberdayakan komunitas ekonomi kreatif di bidang tenun tepatnya daerah Kaliorang.

“Beliau (Awang Faroek Ishak) membuat konsep motif yang dikembangkan Dispar. Yakni motif bersambung atau menyatu disebut rakat,” urainya.

Rakat berasal dari bahasa Kutai artinya kerja sama. Untuk itu, Kutim ini terdiri dari berbagai suku di seluruh Indonesia. Dengan itu diharapkan bisa berperan aktif bersama membangun Kutim sesuai tema HUT Kutim “Magic Land Sejahtera Untuk Semua Etam Semangat Membangun Benua”. (kopi7/kopi13/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here