Beranda Kutai Timur Ditawari Jadi Tuan Rumah FOP 2023, Bupati Ingin Dikombinasikan Dengan FORMI

Ditawari Jadi Tuan Rumah FOP 2023, Bupati Ingin Dikombinasikan Dengan FORMI

92 views
0

Bupati Kutai Timur Drs.Ardiansyah Sulaiman., M.Si didampingi Kabag Prokompi Basuki Isnawan berbincang dengan Ketua Umum IGORNAS Kaltim Drs.H. Syahruddin SY (FOTO Adi Sagaria Pro Kutim)

SANGATTA –Kabupaten Kutai Timur (Kutim) direncanakan bakal menjadi tuan rumah Festival Olahraga Pendidikan (FOP) Tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ke 2 pada 2023 mendatang.

Rencana tersebut disampaikan langsung Ketua Umum Ikatan Guru Olahraga Nasional (IGORNAS) Provinsi Kaltim Syahruddin SY pada pembukaan FOP di GOR Kadrie Oening, belum lama ini. Kepada wartawan, Syahruddin mengatakan, ada penunjukan Kutim sebagai tuan rumah pelaksanaan FOP ke 2 Kaltim tahun 2023. Alasannya karena kali ini Kutim berpartisipasi dengan mengirimkan kontingen mengikuti dua cabang yang dipertandingkan.

Kedua adalah dengan menjadi tuan rumah diharapkan partumbuhan ekonomoi menyebar ke seluruh kabupaten dan kota.

“Kalau ada event pasti ada pedagang bakso, pedagang UMKM yang datang, berarti multi efeknya tumbuh. Jadi selain FOP juga akan diadakan Expo UMKM,” kata Syahruddin.

Nantinya cabor yang akan dipertandingkan juga bisa disesuaikan, dengan unggulan cabor Kutim sebagai tuan rumah seperti misalnya cabang panahan. 

Menanggapi tawaran penunjukan Kutim sebagai tuan rumah FOP ke 2 Tahun 2023, Bupati Ardiansyah Sulaiman menyatakan akan membicarakan dengan jajarannya dan beberapa cabang yang dipersiapkan. Meskipun kali ini hanya 2 dari 14 cabang yang dipersiapkan di dalam desain besar olahraga nasional yakni atletik dan pencak silat.

“Perlu ada pembicaraan, tapi saya punya inspirasi bahwa FOP ini bisa digabungkan pelaksanaannya dengan agenda kegiatan FORMI (Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia) Kutim,” kata Bupati Ardiansyah Sulaiman didampingi Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Basuki Isnawan. 

Karena, menurut Bupati, FORMI juga memunculkan cabang olahraga tradisional. Bisa jadi sekarang masih banyak masyarakat yang belum kenal olahraga tradisional melalui FORMI.

“Perlu ada pembicaraan berapa cabor yang dipersiapkan, yang jelas ada keinginan saya menggabungkan FOP dan FORMI,” kata Bupati mengulangi pernyataannya. (kopi8/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here