Beranda Kutai Timur Festival Pesona Kampung Bahari Nusantara Pulau Miang – Potensi Wisata Bahari Tingkatkan...

Festival Pesona Kampung Bahari Nusantara Pulau Miang – Potensi Wisata Bahari Tingkatkan Ekonomi Kerakyatan

435 views
0

Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman saat menghadiri Festival Pesona Kampung Bahari Nusantara Pulau Miang. Foto: Aulia Miranda Pro Kutim

SANGKULIRANG – Upaya terus memperkenalkan potensi wisata andalan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Salah satunya yakni dengan menggelar festival. Sabtu (10/12/2022) ini, Pemkab Kutim melalui Dinas Pariwisata (Dispar) bekerja sama dengan Lanal Sangatta menggelar Festival Pesona Kampung Bahari Nusantara di Pulau Miang, Kecamatan Sangkulirang.

Festival dengan banyak kegiatan tradisional dan melibatkan masyarakat ini digelar sejak pagi hingga malam selama dua hari hingga 11 Desember 2022. Diisi dengan lomba layang-layang hias hingga pukul 16.00 WITA. Berikutnya lomba perahu hias, lomba bakar ikan, lomba cipta souvenir, hingga hiburan sebagai penutup pada pukul 22.00 WITA. Pada hari berikutnya dilaksanakan Dun Fishing, lomba kecepatan perahu atau Ketinting (perahu tradisional), penilaian berbagai lomba dan Sayonara Festival Pesona Kampung Bahari Nusantara Pulau Miang 2022 yang rencananya akan dihadiri Wakil Bupati Kasmidi Bulang.

Festival ini dibuka langsung oleh Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman sekaligus melaksanakan prosesi serah terima hibah KAL Kudungga kepada TNI AL. Dihadiri Kadispar Nurullah, Danlanal Sangatta Letkol L (P) Shodikin dan undangan lainnya.

Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman saat membuka festival mengatakan, kegiatan yang melibatkan banyak sekali masyarakat tentunya akan berdampak pada tumbuhnya perekonomian warga.

“Artinya menumbuhkembangkan ekonomi kerakyatan melalui UKM (usaha kecil menengah),” kata Ardiansyah.

Ke depan saat Pulau Miang dikelola dengan semakin baik, masyarakat luar berminat berwisata dan menginap di Pulau Miang maka ekonomi masyarakat akan ikut meningkat. Jangan kaget kalau nanti akan banyak terbangun penginapan yang nyaman di pulau dengan panjang keliling sekitar enam kilometer tersebut.

“Coba kita programkan membuat gertak kayu (jembatan ulin) mengelilingi Pulau Miang sepanjang enam kilometer. Agar wisatawan bisa berkeliling dan menikmati keindahan Pulau Miang,” katanya.

Dia mengingatkan agar masyarakat Pulau Miang, Kecamatan Sangkulirang umumnya bisa lebih siap mengelola daerahnya dan menyambut para wisatawan. Untuk itu dia meminta agar festival ini bisa diagendakan dan dilaksanakan lebih baik di tahun berikutnya. Saat ini, sambung Ardiansyah, Kutim sudah memiliki tiga agenda pariwisata yang sudah pasti. Pertama Festival Sekerat di Kecamatan Bengalon. Lomba Ketinting, perahu naga dan perahu tradisional lainnya di Sangkulirang. Ketiga adalah Festival Kampung Bahari Nusantara di Pulau Miang yang saat ini statusnya sudah dinobatkan sebagai desa wisata.

“Dinas Pariwisata tentunya harus menggaungkan kegiatan ini di Kutai Timur hingga luar Kutai Timur. Berikutnya sudah barang tentu infrastrukturnya dipersiapkan. Memberikan informasi terkait fasilitas bagi wisatawan,” ujar Ardiansyah seraya memberi instruksi kepada Kadispar.

Kadispar Nurullah mengatakan, dari lebih tiga puluhan destinasi wisata yang dimiliki Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Kutim memiliki tiga potensi diantaranya yang menjadi unggulan. Pertama kawasan Teluk Lombok, kedua Kars Sangkulirang Mangkalihat serta Pulau Miang.

“Mari kita bersama-sama menjadikan beberapa potensi wisata di Kutim, Pulau Miang menjadi destinasi wisata unggulan yang diminati oleh masyarakat di Kutai Timur, di Kalimantan Timur dan Indonesia umumnya,” ajak Nurullah.

Dengan dukungan masyarakat, Pokdarwis, Kepala Desa, Camat, stakeholder lainnya. Ke depan festival ini akan lebih dipromosikan agar lebih dikenal. Tak lupa dia juga menjelaskan tentang berbagai rangkaian yang menjadi bagian dari festival kali ini.

Soal penyerahan hibah KAL Kudungga, Ardiansyah mengatakan bahwa kapal tersebut tidak mutlak untuk kebutuhan patroli atau perang menjaga kedaulatan negara. Namun bisa pula difungsikan sebagai alat transportasi untuk kebutuhan sosial maupun mendukung pengembangan potensi bahari di Kutim. (kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini