Beranda Kutai Timur Ini Data Statistik BPS Soal Ekonomi Kutim Saat Pandemi COVID-19

Ini Data Statistik BPS Soal Ekonomi Kutim Saat Pandemi COVID-19

303 views
0

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kutai Timur Akhmad Junaedi. Foto: Adi Sagaria (Pro Kutim)

SANGATTA – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kutai Timur (Kutim) Akhmad Junaedi mengatakan, pandemi COVID-19 yang mendera dunia tahun 2020 merubah tatanan berbagai aspek kehidupan diseluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Perubahan tatanan dunia mulai dari aspek kesehatan, sosial dan sektor ekonomi yang paling signifikan banyak terdampak.

“Sektor ekonomi mengalami resesi baik di tingkat global maupun di tingkat nasional hingga daerah termasuk di Kutai Timur. Berimbas pada laju pertumbunan ekonomi hingga minus 3,09 persen,” kata Akhmad Junaedi ditemui di Ruang Kerjanya, Selasa (10/1/2022).

Didampingi Rizka Maulina Statis Muda BPS Kutim, Akhmad Junaedi menambahkan bahwa pada 2021 mulai pemulihan dan perbaikan perekonomian meski masih terjadi minus 1,01 persen. Sedangkan angka pertumbuhan pada 2022 sedang dihitung. Namun dia meyakini pertumbuhannya berada pada tres positif.

“Pertumbuhan ekonomi Kutai Timur tahun 2022 saat ini masih dihitung, namun diperkirakan akan positif. Ini karena produksi batubara sangat pesat peningkatannya dan hargapun juga ada beberapa titik di bulan tertentu mengalami kenaikan signifikan,” jelas Akhmad Junaedi.

Sektor pertambangan batubara ini, kata Akhmad Junaedi masih mendominsasi pertumbuhan ekonomi sebesar 79,72 persen. Sedangkan diurutan kedua sektor pertanian 8,24 persen sebagai penyumbang ekonomi Kutim. dalam persentase tersebut terdapat pertumbuhan sektor tanaman pangan, perkebunan dan industri pengeloahan, peternakan hingga perikanan.

Dia menyebut perkebunan kelapa sawit yang menghasilkan Crude Palm Oil (CPO) masih yang terbesar di sektor ini. Sementara sektor lainnya masih membutuhkan sentuhan agar bergerak lebih cepat. Seperti sektor perdagangan seperti kuliner, restoran dan beberapa lainnya.

Selain sektor pertambangan dan sektor pertanian, sektor-sektor lainnya masih terhitung kecil dalam menyumbang pertumbuhan ekonomi di Kutim. Seperti industri pengolahan sebesar 3,43 persen, pengadaan listrik dan gas 0,01 persen, pengadaan air dan pengolahan sampah limbah serta daur ulang 0,01 persen. Konstruksi 2,00 persen, perdagangan besar dan eceran reparasi mobil dan sepeda motor 2,01 persen, transportasi dan pergudangan 1,13 persen. Jasa penyediaan akomodasi dan makan minum 0,27 persen, informasi dan komunikasi 0,27 persen, jasa keuangan dan asuransi 0,17 persen, real estate 0,31 persen, jasa perusahaan 0,07 persen, administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial 0,85 persen, jasa pendidikan 1,12 persen. Jasa kesehatan dan kegiatan sosial 0,20 persen serta jasa lainnya 0,19 persen. Berdasarkan data distribusi presentase Produk Domestik Regional Bruto ( PDRB) Kabupaten Kutim atas dasar harga berlaku menurut lapangan usaha tahun 2017-2021. (kopi8/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini