Beranda Pemerintahan Dihadiri Bupati Kutim, Ini Arahan Presiden RI Saat Rakornas di Sentul

Dihadiri Bupati Kutim, Ini Arahan Presiden RI Saat Rakornas di Sentul

316 views
0

Presiden RI Joko Widodo saat membuka Rakornas Kepala Daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah se-Indonesia Tahun 2023. Foto: Basuki Isnawan Pro Kutim

BOGOR- Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah se-Indonesia Tahun 2023, di Sentul International Convention Centre (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/01/2023) dibuka Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Bupati Kutai Timur (Kutim) H Ardiansyah termasuk diantara undangan yang hadir. Saat hadir Ardiansyah didampingi unsur Forkopimda lingkup Kabupaten Kutim.

Pada rakornas ini, Jokowi meminta para gubernur, bupati, dan wali kota bersama-sama dengan Bank Indonesia (BI) untuk terus memantau harga barang dan jasa yang ada di lapangan. Sehingga dapat mendeteksi sedini mungkin gejolak harga yang ada.

“Ini tolong bupati, wali kota, gubernur sering-sering masuk pasar. Cek betul di lapangan, apakah data yang diberikan itu sesuai dengan fakta-fakta di lapangan,” pinta Presiden.

Tak hanya itu, para gubernur, bupati, dan wali kota pun diminta untuk bekerja secara detail dalam memantau pergerakan harga, utamanya harga bahan pokok. Dia mengaku dua hari yang lalu memperingatkan Bulog untuk masalah dimaksud. Karena di lapangan, sambungnya, khususnya 79 daerah di Indonesia, harga beras mengalami kenaikan yang tidak sedikit. Selanjutnya harga telur di 89 daerah juga mengalami hal yang sama.

“Urusan kecil-kecil, urusan tomat, 82 daerah mengalami kenaikan, dan daging ayam ras, 75 daerah mengalami kenaikan,” sebutnya.

Maka dari itu para kepala daerah diingatkan agar berhati-hati dalam menetapkan tarif yang diatur oleh pemerintah daerah karena dapat memicu inflasi. Khususnya perihal yang berkaitan dengan tarif angkutan. Termasuk tarif air bersih karena bisa jadi berdampak pada kenaikan inflasi.

Pada kesempatan itu, Kepala Negara juga meminta Badan Pusat Statistik (BPS) yang ada di daerah untuk memberikan data yang akurat kepada para kepala daerah.

Di tempat tersebut, Presiden juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras semua pihak, Pemerintah Pusat maupun daerah, sehingga pandemi COVID-19 di tanah air dapat dikendalikan dan pertumbuhan ekonomi dapat terjaga. Presiden mencontohkan, tingkat vaksinasi Covid-19 di Indonesia mencapai 448 juta dosis suntikan. Presiden mengakui, penyuntikan 448 juta dosis vaksin tersebut bukan pekerjaan yang mudah, namun hal tersebut dapat dilakukan berkat dukungan berbagai elemen bangsa.

“Menyuntik 448 juta suntikan bukan barang yang gampang, tapi karena TNI juga ikut, Polri juga ikut, seluruh gubernur, bupati, wali kota, sampai ke tingkat RT/RW semuanya ikut. Itu yang menyebabkan kita bisa menyelesaikan Covid-19 dengan baik,” ujarnya.

Kepada seluruh yang hadir, Jokowi menyampaikan situasi perlambatan ekonomi di sejumlah negara, namun Indonesia mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang baik. Pada kuartal III-2022 ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,72 persen dan di kuartal IV-2022 diperkirakan tumbuh 5,2 hingga 5,3 persen.

“Ini sebuah prestasi yang sangat baik sekali, karena di kuartal III kita bisa tumbuh 5,72. Bandingkan dengan negara-negara lain,” ujarnya.

Meskipun mampu melalui tahun turbulensi ekonomi di 2022 dengan baik, Indonesia harus tetap hati-hati dan waspada karena tahun 2023 masih menjadi tahun ujian bagi ekonomi global. (*/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini