Beranda Keagamaan Di Natal PGPI, Ardiansyah Tegaskan Membangun SDM Terpenting Dalam Pembangunan

Di Natal PGPI, Ardiansyah Tegaskan Membangun SDM Terpenting Dalam Pembangunan

85 views
0

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat menghadiri acara Natal bersama Persekutuan Gereja-Gereja Pantekosta Indonesia (PGPI) Kutim di Jemaat Bethesda Sangatta, Senin (30/1/2023) malam. Foto: Vian Pro Kutim

SANGATTA- Membangun sumber daya manusia (SDM) adalah bagian pokok atau inti dari seluruh proses pembangunan. Mengapa demikian? Karena pembangunan SDM berimplikasi ganda. Sebagai subyek pembangunan sekaligus obyek pembangunan. Sebagai subyek, manusia menjadi pelaku pembangunan dan sebagai obyek, manusia adalah sasaran atau tujuan pembangunan itu sendiri. Menurut Bupati Kutai Timur (Kutim) H Ardiansyah Sulaiman hal tersebut sesuai dengan misi pertama pembangunan di kabupaten ini. Yakni mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, berbudaya dan bersatu.

“Pembangunan manusia adalah yang paling utama dan penting, dalam proses pembangunan. Itulah sebabnya diletakkan menjadi misi pertama pembangunan di Kutim. Pemkab Kutim sangat menyadari bahwa jika manusia memiliki ahlak yang mulia, berbudaya dan bersatu, proses pembangunan berjalan dengan lancar,” ujar Ardiansyah saat menghadiri perayaan Natal bersama Persekutuan Gereja-Gereja Pantekosta Indonesia (PGPI) Kutim di Jemaat Bethesda Sangatta, Senin (30/1/2023) malam.

Kemudian selain pembangunan SDM, Ardiansyah juga menyebut bahwa pembangunan infrastruktur adalah kewajiban bagi Pemkab Kutim. Dalam pemerataan pembangunan di seluruh wilayah kabupaten. Karena itu, alokasi infrastruktur terus ditingkatkan secara signifikan dari tahun ke tahun.

“Harus diakui untuk sektor infrastruktur Kutim, terutama jalan, masih jauh tertinggal dengan beberapa wilayah lain di Kaltim. Wilayah Kutim yang luas ini disertai dengan topografi lingkungan yang beragam menjadi tantangan tersendiri dalam mengatur alokasi anggaran infrastruktur yang ada. Agar dapat dinikmati seluruh masyarakat secara adil,” tegas orang nomor satu di Pemkab Kutim tersebut.

Dia mengakui, persoalan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemkab saat ini untuk kemajuan Kutim di masa depan.

Pada perayaan Natal bersama PGPI Kutim ini, nampak hadir Wakil Ketua Dua DPRD Kutim Arfan, Anggota DPRD Kutim dr Novel Paembonan, Kepala Dinas Pertanahan Simon Salombe, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama H Abdul Hafied Yusuf dan unsur Forkopimda.

Dalam perayaan Natal tersebut, Bupati Kutim kembali mengingatkan betapa pentingnya menjaga kebersamaan dan toleransi antar umat beragama di Kutim. Keberagaman suku, agama dan golongan harus disikapi secara positif. Keberagaman ini menjadi khazanah yang mewarnai indahnya Kutim.

“Kutim ini adalah miniatur Indonesia, maka saya mengajak kita semua, mari jaga dan pelihara kebersamaan yang sudah terjalin dengan baik hingga saat ini. Karena dengan kebersamaan, kita mampu menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang,” ujarnya.

Sebelumnya Pdt Hery Raranta dalam pesannya menyampaikan bahwa Natal memiliki arti sukacita, semangat dan kedamaian. Dalam Natal ada tiga prinsip yang harus diutamakan. Yakni berdamai dengan diri, sesama dan kepada Tuhan.

“Natal sejatinya adalah bagaimana menghadirkan shalom (damai sejahtera), kabar baik, semangat dan sukacita bagi seluruh dunia. Umat Kristiani harus mampu menjadi garam dan terang dunia. Di mana pun, kapan pun dan dalam kondisi apa pun, jemaat harus mampu menghadirkan shalom. Menjadi duta duta Kristus di dunia yang mampu dibaca oleh semua orang,” sebutnya. (kopi4/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini