Beranda Kutai Timur Bandara Uyang Lahai Dibahas, Diminta Berstatus Komersil

Bandara Uyang Lahai Dibahas, Diminta Berstatus Komersil

253 views
0

Ulasan Musrebangcam Kaubun membahas terkait masalah kelanjutan status Bandara Uyang Lahai. Foto: Irfan Pro Kutim

KONGBENG – Sejumlah usulan permintaan diajukan oleh Kepala Desa di Musrenbangcam Kongbeng yang digelar di Gedung BPU Desa Makmur Jaya, Rabu (1/3/2022). Kepala Desa Miau Baru Luis Langet meminta hal yang mendesak, yakni peningkatan status lapangan terbang perintis Bandara Uyang Lahai menjadi komersil.

“Ini memang menjadi usulan utama kami, karena memang bandara ini perlu perhatian lebih,” singkatnya disaksikan  Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Wabup Kasmidi Bulang, Ketua DPRD Kutim Joni, Wakil Ketua II DPRD Kutim Arfan, Camat Muara Wahau Marlianto, Camat Kongbeng Jumran, kepala desa, perwakilan Kepala OPD, anggota DPRD Kutim, stakeholder hingga masyarakat sekitar. 

Senada, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman meminta seluruh pihak terkait memperhatikan keberadaan dan pengelolaan Bandara Uyang Lahai yang ke depan diusulkan menjadi bandara komersil.

“Saya harap Bumdes setempat bisa berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub). Khusus Bumdes fokus saja dalam pengelolaan operasional daratnya seperti pelayanan administrasi bandara. Karena ini tentunya akan berpengaruh dalam pendapatan Bumdes. Sementara untuk kegiatan lintas udaranya biar Dishub yang melakukan komunikasi dengan Kemenhub,” jelasnya.

Selanjutnya, Ardiansyah berharap Dishub bisa melakukan koordinasi bersama Kemenhub dalam melakukan pendampingan terkait bagaimana peningkatan infrastruktur kualitas runwaynya. 

“Apakah bisa menggunakan dana APBD, coba nanti bisa koordinasikan dengan Kemenhub RI karena ini sifatnya perintis. Hal ini tentunya baik membuka akses penerbangan kita lebih baik dan mudah dari Desa Miau Baru di Kongbeng untuk menuju Samarinda dan Balikpapan,” bebernya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kutim Fraksi Golkar Arang Jau mengutarakan, Bandara Uyang Lahai beroperasi mulai dari 2012. Saat ini sudah perjalanan bandara ini sudah 10 tahun. Setiap Minggu pesawat datang hanya satu kali saja yakni pada Kamis. Dia pun mengharapkan Dishub bisa menindaklanjuti upaya pengembangan Bandara Uyang Lahai ini.

“Karena dalam pengelolaannya SDM-nya terbatas hanya ada satu orang petugas dari Bumdes dan 4 orang TK2D yang membantu,” tegasnya.

Selain itu, Kaltim telah ditetapkan menjadi ibu kota nusantara (IKN). Imbasnya Kutim akan menjadi penyanggga IKN. Untuk itu perlu adanya perhatian besar status Bandara Uyang Lahai ini menjadi komersil. 

“Kita harus pikirkan demi kemajuan daerah,” terangnya. (kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini