Beranda Kutai Timur 2024 Semua Desa di Kutim Bakal Teraliri Listrik – Ardiansyah: PLN Butuh...

2024 Semua Desa di Kutim Bakal Teraliri Listrik – Ardiansyah: PLN Butuh Dukungan Masyarakat

337 views
0

Bupati Ardiansyah Sulaiman memimpin pertemuan antara PT PLN ULP Sangatta dan para Camat dan Kades di Ruang Arau, Kantor Bupati. Foto: Vian Pro Kutim

SANGATTA- Pada 2024 semua desa dan kelurahan di Kutim akan teraliri listrik. Hal tersebut disampaikan Bupati Ardiansyah Sulaiman usai pertemuan antara PT PLN ULP Sangatta dengan para Camat dan Kades di Ruang Arau, Kantor Bupati, Jumat (28/4/2023). Saat ini, dari 139 dan 2 kelurahan, hingga 2023 masih ada 39 desa yang belum teraliri listrik PLN. Sebanyak 15 desa di 6 kecamatan ditargetkan bisa rampung akhir 2023 selebihnya 2024.

Bupati yang memimpin pertemuan antara PT PLN ULP Sangatta dan para Camat dan Kades yang masuk dalam perencanaan konstruksi pemasangan tiang dan jaringan listrik 2023 mengingatkan masyarakat untuk bersinergi agar pekerjaan tersebut lancar.

“Saya mengingatkan kepada seluruh warga desa yang sudah masuk dalam perencanaan PLN itu, bekerja sama, tidak ada lagi permintaan ganti rugi lahan yang terimbas dari pemasangan tiang dan jaringan listrik. Semua lahan harus” clear ” termasuk lahan milik perusahaan,”tegasnya di hadapan Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Zubair, Kepala Bagian SDA, Arif Nur Wahyuni, Manajer PT. PLN ULP Sangatta, Bibit Setiadi, para camat dan kades.

Sebelumnya manajer PT PLN ULP Sangatta, Bibit Setiadi meminta dukungan masyarakat dalam melaksanakan pekerjaan listrik desa ini. Pertama, penuntasan penebangan pohon di sekitar jaringan yang akan dilintasi, baik milik warga, maupun perusahaan. Kedua, penuntasan perizinan pemasangan tiang dan trafo. Ketiga, dukungan kelancaran mobilisasi material dan pekerja. Keempat, peningkatan akses jalan dan jembatan. Kelima, penetapan kesempatan lokasi pembangunan PLTD di Sandaran.

Lebih lanjut, Bibit Setiadi menyampaikan ungkapan terima kasih atas dukungan Pemkab Kutim selama ini dalam upaya percepatan kontruksi pemasangan tiang dan jaringan listrik di desa yang belum teraliri listrik PLN.

“Jika listrik PLN sudah masuk, tentu bisa menghemat anggaran BBM yang digunakan untuk operasional genset desa. Anggarannya bisa dialihkan ke hal hal yang lebih produktif lainnya, ” jelasnya.(kopi4/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini