Beranda Kutai Timur Peringati HAB ke-78, Kemenag Kutim Gandeng PMI Gelar Donor Darah

Peringati HAB ke-78, Kemenag Kutim Gandeng PMI Gelar Donor Darah

57 views
0

dr Andi Amraini, Kepala UP PMI Kutim memeriksa Samsuddin Sennang dari Bagian Kesra Setkab Kutim dalam kegiatan gelar donor darah HAB Kemenag. Foto: Adi Sagaria/Pro Kutim

SANGATTA – Dalam rangkaian kegiatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-78, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bekerja sama dengan Pengurus Cabang Palang Merah Indonesia (PMI) Kutim menggelar donor darah yang digelar di Room VIP Lounge Tempudau Lantai 2 Kantor Bupati Kutim, Rabu (4/1/2024).

Dalam kesempatan itu, Kepala Kantor Kemenag Kutim Ahmad Barkati melalui panitia Nuriah mengatakan, donor darah diikuti internal pegawai Kantor Kemenag Kutim dan ASN di lingkungan Pemkab Kutim juga dari Lanal Sangatta dan Satpol PP yang mendaftar.

“Kami kerja sama dengan PMI Kutim, targetnya 30 orang pendonor. Insyaallah tercapai,”kata Nuriah selaku panitia donor yang juga pegawai Bagian TU Kemenag Kutim.

Menurut Nuriah, kegiatan donor darah ini merupakan satu dari rangkaian kegiatan dalam memperingati HAB Kemenag ke-78 tahun 2024.

“Hari ini merupakan puncak peringatan HAB Kemenag, juga diadakan apel di Lapangan Kantor Bupati Kutim. Sebelumnya dilaksanakan berbagai kegiatan dan lomba yang melibatkan seluruh pondok pesantren, madrasah dan guru pendidikan agama baik itu guru agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha.

“Kegiatan lainnya juga ada ramah tamah di Kantor Kemenag Kutim,” sebutnya.

Ditambahkan dirinya jika untuk kegiatan donor darah ini memang yang pertama kali dilaksanakan Kemenag di seluruh Indonesia.

“Kalau biasanya ada jalan sehat dan pembagian hadiah dan sembako itu ditiadakan. Karena tahun ini tahun politik, makanya tidak ada jalan sehat dan bagi sembako. Disesuaikan dengan tema HAB 2024, makanya kegiatan peringatan dialihkan untuk kegiatan yang lebih sosial salah satunya donor darah,” tegas Nuriah.

Sementara itu, dr Andi Amraini selaku Kepala Unit PMI Kutim mengatakan target dalam kerja sama ini sebanyak 30 orang pendonor, namun sampai sekarang sudah 15 yang daftar tapi 9 orang dinyatakan tidak boleh donor.

Menurut dr Andi, mereka yang tidak lolos donor karena hipertensi, ada Hb tidak cukup, ada yang minum obat dan ada yang tidak cukup jam tidurnya.

“Jadi kalau mau donor harus tidur tidak kurang dari 5 jam, tidak boleh minum obat dan Hbnya tidak rendah,” singkatnya.(Kopi8/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini