Beranda Keagamaan Ardiansyah Kembali Bertausiah, Isra Miraj di Masjid Al-Fatihah

Ardiansyah Kembali Bertausiah, Isra Miraj di Masjid Al-Fatihah

72 views
0

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman tak pernah redup memberikan siraman rohani masih dalam peringatan Isra Mikraj di Masjid Al Fatihah. Foto: Hasyim/Pro Kutim

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman terus bersemangat memberikan tausiah di momentum peringatan Isra Mikraj 27 Rajab yang jatuh pada Kamis (8/2/2024) lalu. Sebelumnya, Ardiansyah sudah melakukan beberapa tausiah memenuhi undangan panitia pelaksana (panpel) dari Panitia Hari Besar Islam (PHBI) di masjid-masjid di Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Karangan hingga Sangkulirang beberapa waktu lalu. Orang nomor satu di Pemkab Kutim itu terus hadir dalam menyampaikan syiar islam karena dengan keterampilannya dalam berkomunikasi dakwah. Kali ini, Bupati Ardiansyah memberikan tausiah di Masjid Al Fatihah Kecamatan Sangatta Utara, Minggu (11/2/2024) malam.

Ardiansyah kembali menyampaikan awal terjadinya Isra Mikraj adalah segala peristiwa yang dialami oleh Nabi. Apa yang dialami Nabi Muhammad SAW menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi umat muslim di seluruh dunia.

Peristiwa Isra merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari kabah di Mekkah ke Masjid Al Aqsa yang berada di Yerusalem. Saat itu, perjalanan dari Kabah ke Masjid Al Aqsa dapat ditempuh dengan kuda atau unta selama satu bulan. Namun, Nabi Muhammad SAW dapat menempuh perjalanan tersebut hanya dalam semalam dengan mengendarai buraq. Buraq digambarkan memiliki tubuh seperti kuda putih dengan sayap dan ekor burung merak.

“Sesampainya di Masjid Al Aqsa, Nabi Muhammad SAW dikisahkan memimpin para nabi terdahulu untuk melaksanakan ibadah salat 2 rakaat,” tegas Ardiansyah.

Sementara untuk Mikraj, merupakan perjalanan Nabi Muhammad dari Masjid Al Aqsa menuju ke langit ketujuh atau Sidratul Muntaha. Di tiap tingkatan langit tersebut, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan nabi-nabi terdahulu. Nabi-nabi tersebut di antaranya yaitu Nabi Adam di langit pertama. Nabi Isa dan Yahya di langit kedua. Nabi Yusuf di langit ketiga. Nabi Idris di langit keempat. Nabi Harun di langit kelima. Nabi Musa di langit keenam dan Nabi Ibrahim di langit ketujuh.

“Dalam perjalanan itu, Nabi Muhammad mendapatkan perintah agar umat Islam menunaikan salat lima waktu dalam sehari. Namun pada mulanya, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk melaksanakan ibadah shalat sebanyak 50 kali dalam sehari. Perintah itu masih dianggap sulit, hingga kemudian Nabi Muhammad SAW kembali meminta keringanan dibantu Malaikat Jibril, sampai diizinkan memperoleh ketentuan salat 5 kali dalam sehari,” jelasnya.

Setelah perjalanan tersebut, Nabi Muhammad SAW segera kembali ke Mekah dan menceritakan kisah Isra Mikraj-nya. Namun, kisah tersebut tidak diterima dengan mudah oleh pengikutnya meskipun Nabi Muhammad SAW sudah memberikan berbagai bukti. Salah satu bukti faktual yang ditunjukkan adalah ketika Nabi Muhammad melihat gerombolan musafir yang melakukan perjalanan dan sebentar lagi akan tiba di Mekkah.

“Sejarah mencatat, Abu Bakar, sahabat Nabi, menjadi orang pertama yang menerima Isra Mikraj tersebut. Hingga kini, Isra Miraj diperingati sebagai hari besar oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia dan peringatan Isra Mikraj menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan yang sangat mulia dari Allah SWT,” terang Ardiansyah.

Sebelumnya dalam sambutannya, perwakilan Pengurus Masjid Al Fatihah yakni Maezar Alia mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan perhatian Bupati Kutim Ustadz H Ardiansyah Sulaiman beserta Ibu Hj Siti Robiah yang masih sempat meluangkan waktu di tengah padatnya kegiatan dan agenda pemerintah.

“Untuk para pengurus dan para jamaah masjid, panitia juga menyampaikan terima kasih atas keterlibatan semua pihak dalam proses pembagunan masjid. Pelan tapi pasti perkembangan masjid ini sudah semakin baik khususnya progres bangunannya,” singkat Maezar.

Sebagai informasi, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman turut menyerahkan secara simbolis bantuan satu unit ambulans ke Rukun Kematian Masjid Al Fatihah yang diterima langsung oleh Ketua Rukun Kematian Masjid Al Fatihah Ustadz Herman Al Bantani.(kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini