Beranda Kutai Timur Menolak Gratifikasi, Menjaga Harga Diri – Inspektorat Kutim Tanamkan Integritas ASN

Menolak Gratifikasi, Menjaga Harga Diri – Inspektorat Kutim Tanamkan Integritas ASN

236
0

SANGATTA – Di tengah derasnya arus modernisasi birokrasi, satu hal yang tetap tak boleh tergadaikan, integritas. Prinsip itu kembali digemakan oleh Inspektorat Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui kegiatan Sosialisasi Anti Korupsi dan Gratifikasi yang berlangsung dua hari, Senin-Selasa (6-7/10/2025), di Ruang Tempudau, Kantor Bupati Kutim.

Dengan mengusung tema tegas “ASN Berintegritas Menolak Menerima dan Memberikan Gratifikasi dalam Bentuk Apa Pun” kegiatan ini menjadi ruang perenungan bagi para aparatur sipil negara (ASN) untuk meneguhkan kembali jati diri sebagai abdi negara yang bersih, jujur, dan bertanggung jawab.

Inspektur Wilayah Kutim Joko Suripto, menegaskan bahwa integritas adalah fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik. Ia menyampaikan pesan mendalam agar ASN tak sekadar bekerja, tetapi juga menjadi teladan dalam sikap dan perilaku.

“ASN bukan hanya pelaksana tugas, tapi juga teladan. Kalau kita jujur, masyarakat akan percaya. Kalau kita bersih, sistem akan kuat. Integritas bukan untuk dipamerkan, tapi untuk dijalani setiap hari,” ujar Joko penuh makna.

Ia menambahkan, sosialisasi ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan langkah konkret dalam pembinaan moral dan budaya kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutim.

“Kami ingin nilai-nilai antikorupsi benar-benar menjadi budaya, bukan sekadar formalitas. Karena pencegahan korupsi dimulai dari kesadaran individu, dari cara kita menolak gratifikasi sekecil apa pun,” tegasnya.

Suasana kegiatan semakin hidup saat Siti Hawa, Calon Penyuluh Anti Korupsi, membawakan materinya dengan gaya komunikatif. Ia mengajak para peserta memahami bahwa integritas bukan hanya soal kepatuhan terhadap aturan, melainkan benteng diri yang menjaga kehormatan pribadi dan institusi.

“ASN sering dihadapkan pada situasi sulit, antara ucapan ‘terima kasih’ dan kejujuran. Di situlah nilai integritas diuji,” katanya.

Selain penyampaian materi, peserta juga diajak menonton film pendek bertema antikorupsi serta berdiskusi interaktif tentang cara-cara menolak gratifikasi dengan bijak. Melalui diskusi itu, para ASN saling berbagi pengalaman menghadapi dilema etika di lapangan. Mereka bersepakat bahwa sikap tegas menolak gratifikasi adalah wujud nyata menjaga marwah profesi dan kepercayaan publik.

Kegiatan ini menandai langkah serius Inspektorat Kutim dalam menanamkan nilai-nilai antikorupsi di seluruh lapisan birokrasi. Pesannya sederhana namun kuat, menjadi ASN berintegritas bukan hanya soal kepatuhan, tetapi juga keberanian untuk menolak segala bentuk gratifikasi.

Dan pada akhirnya, pesan moral kegiatan ini bergema kuat di antara peserta, “Saya menolak gratifikasi, karena integritas adalah harga diri.” (kopi5/kopi4/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini