Foto: istimewa
PALEMBANG – Pekan Olahraga Nasional (Pornas) Korpri XVII Tahun 2025 di Palembang menjadi ajang pembuktian semangat aparatur negara dalam mengukir prestasi di kancah olahraga nasional. Kalimantan Timur (Kaltim) menorehkan hasil gemilang dengan menempati peringkat ke-9 nasional. Membawa pulang total sembilan medali. Rinciannya dua emas, tiga perak, dan empat perunggu. Capaian ini menjadi yang tertinggi di antara provinsi-provinsi di Pulau Kalimantan.
Dari balik deretan keberhasilan itu, Kutai Timur (Kutim) turut memberi andil besar melalui partisipasi atlet dan pelatihnya. Mereka menjadi bagian dari kontingen Kaltim yang tampil mengesankan di sejumlah cabang olahraga, termasuk bola voli, tenis meja, dan gateball.

“Kaltim bisa masuk 10 besar dari sekitar 38 provinsi se-Indonesia, itu sungguh luar biasa dan sangat membanggakan. Pesertanya kurang lebih mencapai 7.000 orang, jadi capaian ini patut kita syukuri bersama,” ujar Syahfur, Ketua Bapor Korpri Kutim sekaligus Manajer Cabang Olahraga Bola Voli Putri, saat ditemui di Palembang, Minggu (12/10/2025).
Syahfur menegaskan, kontribusi Kutim dalam kontingen Kaltim menjadi bukti bahwa ASN daerah juga mampu berprestasi di tingkat nasional. Dia mengaku tetap bangga karena bisa mengibarkan nama Kaltim di tingkat nasional. Apalagi kontingen Kaltim berhasil menembus posisi 10 besar nasional.
“Ini capaian yang sangat gemilang,” tegasnya didampingi Jurni, Asisten Manajernya.

Pada cabang olahraga bola voli putri yang diampunya, tim Kaltim berhasil menorehkan catatan apik di babak penyisihan Grup Z dengan mengalahkan tiga lawan sekaligus, Provinsi Sumatera Utara, Kementerian Perindustrian, dan Kalimantan Utara. Semuanya dengan skor telak 3-0. Di perempat final, Kaltim menaklukkan tim Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dengan skor 3-1, meski langkah mereka terhenti di semifinal usai kalah tipis 2-3 dari Lampung.
Kutim menyumbangkan sejumlah atlet potensial, di antaranya Diana Pinaria, Feni Law, Berna Deta, dan Vivi Wijayanti (voli putri), serta Hendra Dwi Santiso, Ulin Didik, dan Handri Didik (voli putra). Turut mendampingi mereka Agung Setiawan sebagai pelatih voli putri, dan Sutrisno sebagai pelatih utama. Di cabang lain, Nova Amelia Agimat berkompetisi di tenis meja dan Bahtiar di cabang gateball. Termasuk Syahfur sendiri, selain menjadi Manager Tim Voli Putra dan Putri Kaltim ia juga sebagai atlet tenis lapangan untuk kelas executive dan sukses menjadi juara 3 beregu putra.
Ajang Pornas Korpri XVII yang dibuka oleh Wakil Menteri PANRB Purwadi Arianto pada 5 Oktober dan ditutup oleh Menteri PANRB Rini Widyantini pada 11 Oktober itu, diikuti lebih dari 9.300 peserta dari kontingen kementerian, lembaga, dan provinsi di seluruh Indonesia. Angka tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibanding edisi sebelumnya, menandakan antusiasme tinggi para ASN untuk berkompetisi dan mempererat solidaritas nasional.
Syahfur menilai, tak hanya perebutan medali, ajang ini adalah momentum membangun semangat sportivitas dan kebersamaan. Dia mengatakan, sebagai ASN bagus sibuk bekerja, namun jangan sampai melupakan kesehatan dengan tidak berolahraga.
“Karena jika kita sehat, maka bekerja pun bisa lebih optimal. Prestasi tidak mengenal usia, asal kita konsisten berlatih,” ujar Syahfur.
Selain meraih prestasi di lapangan, Pornas Korpri XVII juga menjadi simbol kuatnya sinergi antarinstansi dan daerah. Melalui semangat kolaborasi, ASN dari berbagai latar belakang mampu menunjukkan dedikasi dan jiwa kompetitif yang sehat. Dia berharap semangat itu bisa dibawa pulang ke daerah, untuk menularkan energi positif dan menumbuhkan budaya olahraga di kalangan ASN maupun masyarakat.
“Agar lahir bibit-bibit atlet yang berdaya saing,” tutup Syahfur.
Dari Palembang, gema kemenangan ASN Kaltim dengan kontribusi Kutim menjadi bukti bahwa semangat olahraga mampu mempererat persaudaraan sekaligus mengangkat muruah daerah di tingkat nasional. (kopi3)




































