Beranda Kutai Timur Bupati Kutim Tokoh Penggerak Literasi Nasional 2025

Bupati Kutim Tokoh Penggerak Literasi Nasional 2025

251
0

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menerima penghargaan nasional sebagai Tokoh Penggerak Literasi Nasional 2025. Foto: Bagus/Pro Kiutim

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali mengukir prestasi nasional di bidang literasi. Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman resmi dianugerahi gelar Tokoh Penggerak Literasi Nasional 2025 oleh Nyalanesia, sebuah platform pengembangan literasi terpadu tingkat nasional. Penghargaan ini diserahkan dalam puncak acara Festival Literasi Kutim #1 di Ruang Akasia, Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, pada Senin (8/12/2025).

Dalam momen yang sama, Siti Robiah, turut dilantik sebagai Tokoh Penggerak Literasi Daerah 2025, melengkapi pengakuan atas sinergi kepemimpinan yang progresif dalam memajukan budaya baca-tulis di Kutim.

Penghargaan ini didasarkan pada penilaian komprehensif Nyalanesia terhadap konsistensi Pemerintah Kutim dalam menyediakan kebijakan dan infrastruktur yang mendukung Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

Advisor Nyalanesia, Imam Subchan, dalam keterangannya mengungkapkan bahwa Kutim menjadi contoh ideal kepemimpinan daerah yang aware terhadap pentingnya literasi sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.

“Komitmen pemerintah daerah, baik dari sisi infrastruktur maupun kebijakan (policy), sangat terasa di Kutim ini. Kami banyak bekerjasama dengan pemerintahan kota lainnya, tetapi di sini kami merasakan dukungan yang sangat kuat, terutama dari Dinas Pendidikan,” ujar Imam Subchan.

Imam menambahkan, kejelasan visi kepemimpinan ini terbukti mampu mendongkrak produktivitas literasi secara luar biasa.

“Dukungan penuh ini telah menghasilkan lebih dari 13.000 karya tulis siswa dan guru hanya dalam waktu 2 hingga 3 bulan. Capaian ini tidak akan mudah dilakukan jika tidak ada pimpinan yang memiliki visi dan misi yang jelas terhadap literasi,” tegas Imam.

Bupati Ardiansyah Sulaiman, dalam sambutannya, menyampaikan rasa terima kasih dan mendedikasikan gelar ini kepada seluruh masyarakat, guru, dan siswa Kutim.

“Penghargaan ini adalah milik kolektif. Saya hanya pemegang amanah. Literasi adalah kunci peradaban, dan ini adalah fondasi yang harus kita perkuat untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” tutur Bupati Ardiansyah.

Sementera itu, Siti Robiah menekankan peran keluarga dalam gerakan literasi daerah.

“Literasi harus dimulai dari rumah. Penghargaan ini adalah dorongan bagi kami untuk terus memperluas gerakan ini hingga ke desa-desa, menjadikan buku sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Festival Literasi Kutim #1 berjalan sukses dan meriah, dihadiri oleh ratusan pegiat literasi. Acara inti meliputi penyerahan penghargaan, peluncuran buku antologi sebanyak 13 ribu karya siswa dan guru, serta diskusi panel yang bertujuan merumuskan strategi keberlanjutan program literasi pasca-penghargaan.

Pemerintah Kutim melalui Dinas Pendidikan berjanji akan menjadikan Festival Literasi sebagai agenda tahunan, dengan komitmen untuk terus menjaga momentum dan sinergi yang telah terbangun bersama Nyalanesia dan seluruh stakeholder pendidikan di Kutim.(kopi5/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini