Rapat Koordinasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (Rembug Stunting). Foto: Wahyu DPPKB Kutim
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan kembali komitmennya dalam menekan angka stunting melalui Rapat Koordinasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (Rembug Stunting) Tahun 2025 di Ruang Tempudau Kantor Bupati Kutim, Selasa (16/12/2025). Momen ini menjadi wadah konsolidasi program lintas sektor yang dirangkai dengan penyerahan apresiasi kepada Tim Efektif Cap Jempol Stop Stunting.
Kegiatan ini merupakan manifestasi dari komitmen kolektif pemerintah daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta dunia usaha untuk mengatasi masalah gizi kronis di Kutim.
Rembug Stunting dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Asisten Administrasi Umum Sudirman Latif, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Achmad Junaidi, para camat se-Kabupaten Kutim, unsur Forkopimda, serta perwakilan manajemen perusahaan yang beroperasi di wilayah Kutim. Kehadiran perusahaan menjadi indikasi kuatnya harapan Pemkab akan peran serta swasta dalam penanggulangan stunting.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Kutim secara resmi memberikan penghargaan kepada Tim Efektif Cap Jempol Stop Stunting. Tim ini dinilai aktif dan efektif dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting di berbagai tingkatan.
Penghargaan diserahkan dalam dua kategori utama yakni Kategori Aktif dan Efektif diberikan kepada 16 orang yang telah menunjukkan kontribusi signifikan dalam program dan Kategori Teristimewa Aktif dan Efektif diberikan kepada 8 orang atas dedikasi dan prestasi luar biasa mereka.

Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kerja keras para penerima penghargaan. Ia menekankan bahwa keberhasilan upaya penurunan stunting sangat bergantung pada kolaborasi nyata dengan kontribusi yang terdefinisi jelas dari setiap pihak.
“Siapa berbuat apa untuk siapa, agar kita sama-sama menurunkan stunting. Terima kasih atas dedikasi dan prestasi yang telah diberikan, semoga terus memberi dampak manfaat untuk penurunan angka stunting di Kutim,” ujar Junaidi, seraya menutup dengan semangat, “Salam Cap Jempol Stop Stunting, terus semangat!”.

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, dalam sambutannya menyoroti peran krusial dunia usaha dalam penanganan stunting. Menurutnya, kehadiran perwakilan perusahaan dalam acara ini adalah bukti nyata kepedulian terhadap isu kesehatan masyarakat di Kutim.
Mahyunadi secara spesifik berharap agar perusahaan tidak hanya hadir, tetapi juga mengambil peran aktif dalam pembinaan yang terukur.

“Saya berharap perusahaan dapat melakukan pembinaan yang terukur di wilayah sekitar tempat beroperasi, sehingga program penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Melalui Rembug Stunting 2025, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Tujuannya tunggal: mewujudkan generasi Kutim yang sehat dan bebas stunting di masa mendatang.(kopi10/kopi13)





































