Beranda Kutai Timur Pemkab Kutim Siapkan Industri Serat Nanas di Batu Ampar

Pemkab Kutim Siapkan Industri Serat Nanas di Batu Ampar

51 views
0

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Foto : Nasruddin/Pro Kutim

BATU AMPAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai merancang pengembangan industri hilir berbasis pertanian di Kecamatan Batu Ampar. Salah satu fokus utama adalah pengembangan industri serat nanas, menyusul potensi besar komoditas nanas yang tumbuh di wilayah tersebut.

Bupati Ardiansyah mengatakan, Dusun Nanas di Desa Batu Ampar memiliki karakteristik tanaman nanas yang unik dan tidak ditemukan di daerah lain. Potensi ini dinilai sangat strategis untuk dikembangkan menjadi industri bernilai tambah, tidak hanya menjual buah segar, tetapi juga mengolah hasil turunannya.

“Ke depan kita ingin petani tidak hanya menjual buah nanas, tetapi juga mendapatkan nilai tambah dari olahannya. Bahkan limbah daunnya bisa dimanfaatkan menjadi serat nanas untuk bahan baku tekstil,” ujar Ardiansyah.

Ia menyebutkan, pengembangan industri serat nanas direncanakan mulai berjalan pada 2026. Produk serat tersebut nantinya dapat diolah menjadi benang hingga kain, seiring meningkatnya minat pasar terhadap bahan baku ramah lingkungan.

“Potensinya sangat besar. Bahkan sudah ada ketertarikan dari luar negeri, termasuk dari Jerman. Ini peluang besar bagi Kutim untuk masuk ke pasar global berbasis ekonomi hijau,” katanya.

Selain pengembangan serat, Pemkab Kutim juga mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis olahan nanas. Produk seperti selai dan dodol nanas diharapkan mampu menembus pasar ritel modern, baik di tingkat regional maupun nasional.

Namun demikian, Ardiansyah menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan legalitas produk. Ia meminta perangkat daerah terkait untuk aktif mendampingi pelaku usaha dalam pemenuhan standar produksi, perizinan, serta sertifikasi keamanan pangan.

“Kualitas harus dijaga, mulai dari bahan baku hingga proses produksi. Pemerintah daerah akan mendampingi agar produk UMKM memiliki izin dan standar yang dibutuhkan sehingga bisa bersaing di pasar modern,” ujarnya.

Melalui strategi hilirisasi ini, Pemerintah Kabupaten Kutim berharap tercipta nilai tambah ekonomi yang signifikan di tingkat lokal. Pengembangan industri berbasis komoditas unggulan dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah secara berkelanjutan. (kopi14/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini