Beranda Kutai Timur Satu Dekade MTMA Kutim, Solidaritas Petualang Angkat Wisata Daerah

Satu Dekade MTMA Kutim, Solidaritas Petualang Angkat Wisata Daerah

156
0

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi saat memberikan arahan di Borneo Camp MTMA Kutim 10th. Foto: Fatul/Pro Kutim

SANGATTA – Komunitas My Trip My Adventure (MTMA) Kutai Timur (Kutim) merayakan hari jadinya yang ke-10 melalui perhelatan Borneo Camp yang digelar meriah pada Sabtu (24/1/2026) malam. Bertempat di halaman belakang (backyard) Rumah Jabatan Wakil Bupati Kutim, kawasan Bukit Pelangi, acara ini menjadi ajang penguatan solidaritas sekaligus promosi potensi pariwisata daerah.

Ketua Panitia, Andi Sarwan, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni ulang tahun, melainkan wujud nyata kepedulian anggota terhadap lingkungan dan sesama.

“Kami berharap momentum ini dapat mempererat tali silaturahmi antar anggota yang selama ini bergerak di bidang petualangan dan sosial,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua MTMA Kutim Sorayha Alvianty menekankan pentingnya kontribusi komunitas bagi sektor pariwisata dan budaya di Kutim. Ia optimis dengan dukungan lintas sektor, MTMA Kutim akan terus berkembang menjadi motor penggerak positif bagi pemuda di wilayah tersebut.

Kehadiran Ketua TransTV Community Tommy Setiawan menambah bobot nasional pada acara ini. Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi regional Kutim yang dinilai sangat solid di antara 50 regional lainnya di Indonesia.

“Bulan depan kita akan berkolaborasi dengan Gekrafs, Kemenpora, dan Kementerian Pariwisata untuk agenda di Bogor. Kutim adalah salah satu regional yang paling solid, dan kami dari Trans TV akan terus mendukung secara media dan promosi, termasuk rencana mengundang kawan-kawan untuk talkshow eksklusif di studio kami,” ungkapnya.

Sementara itu dalam arahannya Wakil Bupati Kutim Mahyunadibyang hadir langsung membuka fasilitas rumah dinasnya untuk dijadikan lokasi perkemahan, memberikan pandangan menarik mengenai kesejahteraan dan kebahagiaan.

Menurutnya, komunitas seperti MTMA adalah wadah bagi masyarakat untuk mencari kebahagiaan melalui hobi.

“Zaman dulu orang hanya mencari kesejahteraan (sandang, pangan, papan). Tapi zaman sekarang, orang butuh sejahtera sekaligus bahagia. Kebahagiaan itu terukur dari hiburan dan hobi, dan MTMA adalah salah satunya,” kata Mahyunadi.

Selanjutnya, Mahyunadi juga memaparkan betapa luasnya Kutim yang mencapai 32.942 km², lebih luas dari provinsi Jawa Barat. Ia membagikan kabar gembira terkait pembangunan infrastruktur jalan tembus menuju Desa Sandaran yang ditargetkan mulai dikerjakan tahun ini melalui skema anggaran multiyears.

“Jika jalan tembus ke Sandaran selesai, banyak objek wisata baru yang akan terbuka. Panoramanya tidak kalah indah dengan Biduk-biduk. Wisata itu butuh tiga faktor yakni panorama, budaya, dan religi. Kutim punya ketiganya,” tambah Mahyunadi.

Ia juga mengajak masyarakat dan komunitas lain untuk tidak ragu memanfaatkan fasilitas pemerintah untuk kegiatan positif, dengan berkoordinasi melalui pihak protokol.

Acara ditutup dengan persembahan tari kreasi Dayak dan Kutai yang memukau para hadirin.(kopi5/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini