Beranda Kutai Timur Wabup Dorong Penataan Pasar dan Optimalisasi Aset Daerah, Perkuat Ekonomi Kutim

Wabup Dorong Penataan Pasar dan Optimalisasi Aset Daerah, Perkuat Ekonomi Kutim

46 views
0

Teks foto: Kunjungan sidak Wabup, Mahyunadi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (Vian- Pro Kutim)

SANGATTA – Pagi yang beranjak siang di kawasan Pasar Sangatta Selatan menghadirkan riuh rendah aktivitas perdagangan. Di antara deretan lapak dan lalu-lalang pembeli, Wakil Bupati Kutai Timur (Wabup Kutim), Mahyunadi, menapaki kawasan tersebut bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah perangkat daerah terkait. Kunjungan inspeksi mendadak pada Jumat (13/3/2026) itu bukan sekadar meninjau harga bahan pokok, melainkan juga menelaah kembali bagaimana wajah tata niaga dan pemanfaatan aset daerah dapat diperbaiki untuk menguatkan fondasi ekonomi masyarakat.

Mahyunadi menegaskan, pemerintah daerah berupaya mengoptimalkan berbagai aset milik daerah agar berfungsi maksimal dalam menopang kegiatan ekonomi warga. Salah satu perhatian utama tertuju pada penataan kawasan Pasar Sangatta Selatan yang selama ini berkembang tanpa pengaturan yang memadai.

Di sejumlah sudut jalan sekitar pasar, pedagang sayur tampak membuka lapak di tepi jalan. Aktivitas tersebut memudahkan pembeli, tetapi sekaligus menimbulkan persoalan ketertiban dan kelancaran lalu lintas. Pemerintah daerah pun merancang langkah penertiban dengan pendekatan yang lebih persuasif.

“Kita ajak pedagang masuk ke dalam pasar supaya lebih tertata dan tidak mengganggu ketertiban umum. Masyarakat juga kita edukasi agar berbelanja di dalam pasar, bukan di pinggir jalan,” ujar Mahyunadi.

Pendekatan dialogis itu mendapat tanggapan dari para pedagang. Satinem, salah seorang pedagang sayur yang selama ini berjualan di sekitar kawasan tersebut, mengaku tidak keberatan bila harus berpindah ke dalam area pasar. Namun, ia berharap pemerintah turut memperbaiki fasilitas yang tersedia.

“Kami siap pindah ke dalam pasar, asal penerangannya cukup dan kalau bisa ada lift barang supaya memudahkan membawa dagangan,” ujarnya.

Selain penataan pedagang sayur, perhatian pemerintah juga tertuju pada Pasar Ikan Lama Sangatta. Bangunan yang menyimpan jejak awal aktivitas perdagangan ikan di kota itu dinilai membutuhkan pembaruan. Kondisinya, menurut para pedagang, telah lama tidak mengalami perbaikan yang berarti.

Mansyur, seorang pedagang ikan yang telah lama beraktivitas di pasar tersebut, menyampaikan harapannya agar renovasi segera diwujudkan.

“Sudah lama sekali tidak ada perbaikan. Padahal ini pasar ikan pertama di Sangatta, kami berharap bisa segera direnovasi supaya lebih nyaman,” katanya.

Rencana pembenahan pasar menjadi bagian dari langkah lebih luas pemerintah daerah dalam memaksimalkan aset publik. Salah satu fasilitas yang turut menjadi perhatian adalah Rumah Potong Hewan Batota. Pemerintah berencana melengkapi sarana pendukung agar operasionalnya berjalan lebih higienis dan sesuai standar.

Fasilitas yang disiapkan antara lain ketersediaan air bersih, sistem pengelolaan limbah ternak, ruang pemotongan yang steril, ruang pendingin, hingga dukungan tenaga profesional seperti dokter hewan dan juru sembelih halal bersertifikat. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjaga standar kesehatan produk pangan.

Di sektor perikanan, Mahyunadi juga menyinggung persoalan klasik yang kerap dihadapi nelayan, yakni akses bahan bakar minyak bersubsidi. Pemerintah daerah meminta Pertamina membantu mempermudah akses bagi nelayan, baik melalui penerbitan barcode khusus maupun penunjukan stasiun pengisian bahan bakar tertentu yang melayani kebutuhan mereka.

“Yang penting nelayan kita tidak kesulitan mendapatkan BBM untuk melaut,” tegasnya.

Bagi para pedagang di kawasan Pasar Sangatta Selatan, perhatian pemerintah terhadap penataan pasar dan fasilitas penunjang ekonomi menjadi harapan baru. Mereka menilai kondisi pasar ikan yang telah lebih dari 15 tahun tanpa pembaruan signifikan membutuhkan sentuhan perbaikan agar aktivitas jual beli berlangsung lebih layak, tertib, dan nyaman.

Di tengah geliat perdagangan yang terus berdenyut, upaya pembenahan pasar dan optimalisasi aset daerah itu diharapkan menjadi langkah nyata memperkuat sendi-sendi ekonomi lokal. Sebuah upaya menata ruang niaga sekaligus menjaga denyut kehidupan masyarakat yang menggantungkan penghidupan di dalamnya. (kopi4/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini