Foto: istimewa
SANGATTA – Di tengah geliat aktivitas pertambangan yang terus bergerak di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), sebuah pertemuan hangat antara dunia usaha dan insan pers berlangsung dalam suasana santai namun sarat makna. PT Pamapersada Nusantara (PAMA) District KPC Cluster bersama PT Kalimantan Prima Persada (KPP) menggelar Media Gathering 2026 sebagai ruang temu gagasan dengan para jurnalis lokal, Sabtu (14/3/2026), di Café Teras Belad, Sangatta.
Pertemuan yang mengusung tema “Selaras dalam Langkah, Padu dalam Cerita” itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk meneguhkan kembali hubungan kemitraan antara perusahaan jasa pertambangan dan media. Sebuah relasi yang oleh banyak kalangan dipandang penting dalam menjaga arus informasi publik yang jernih dan berimbang.

Human Capital Department Head PAMA Sangatta, Tri Rahmat Soleh, dalam sambutannya menekankan arti penting keterbukaan informasi serta dialog yang sehat antara perusahaan dan media. Menurut dia, keberlangsungan relasi tersebut tidak dapat dilepaskan dari kualitas pemberitaan yang objektif dan bertanggung jawab.
“Manajemen kami tidak anti-kritik. Kami sangat menghargai masukan positif yang disampaikan secara berimbang sebagai bagian dari visi-misi perusahaan di Kutai Timur,” ujar Tri Rahmat Soleh pada acara yang dirangkai dengan buka puasa bersama.
Pernyataan itu menandai sikap perusahaan yang membuka ruang refleksi sekaligus dialog konstruktif dengan media sebagai bagian dari ekosistem informasi publik. Dalam praktiknya, relasi ini telah terjalin sejak 2023 dan terus dirawat melalui berbagai forum komunikasi.

Pada kesempatan yang sama, CSR Officer PAMA, Sri Supriadi, memaparkan sejumlah program tanggung jawab sosial perusahaan yang berfokus pada pengembangan pendidikan dan keselamatan kerja. Salah satu program yang menjadi sorotan ialah PAMA Safe School, sebuah inisiatif yang menanamkan budaya K3LH (Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup) sejak usia sekolah.
Dalam paparannya, Sri menjelaskan bahwa saat ini PAMA mengelola 38 sekolah binaan di wilayah operasional PAMA KPC Cluster. Program tersebut tidak hanya menitikberatkan pada pendidikan keselamatan, tetapi juga pada penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Sejumlah capaian program pun dipaparkan secara rinci. Pada sektor pengembangan sumber daya manusia, kegiatan pelatihan telah melibatkan 117 guru dan 611 siswa dalam berbagai program peningkatan kompetensi. Sementara itu, pada aspek dukungan pendidikan, perusahaan menyalurkan beasiswa GOTA kepada 23 mahasiswa dan siswa, serta memberikan bantuan biaya pendidikan kepada 100 siswa.

Program lain yang turut mendapat perhatian ialah upaya peningkatan kesiapan kerja bagi generasi muda. Melalui BLKI Mandiri Kutim, sebanyak 128 pemuda angkatan kerja telah mengikuti pelatihan. Selain itu, pengembangan BKK Center di empat sekolah juga telah memberi manfaat kepada 2.302 orang.
Di bidang keselamatan sekolah, implementasi program dilakukan di SMKN 1 Bengalon, SMKN 1 Sangatta Utara, SMKN 2 Sangatta Utara, serta SMK Muhammadiyah 1 Sangatta Utara, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 1.897 orang.
Tidak hanya PAMA, perusahaan mitra PT Kalimantan Prima Persada (KPP) juga menjalankan program edukatif bertajuk Safety Goes to School. Program ini menghadirkan pengenalan dunia pertambangan kepada pelajar melalui berbagai kegiatan. Mulai dari sosialisasi penggunaan alat pelindung diri (APD) hingga simulasi Basic Life Support (BLS) dan pelatihan pemadaman api.
Kegiatan tersebut telah digelar di sejumlah sekolah, antara lain SMK Negeri 2 Sangkulirang hingga SMA Negeri 1 Bengalon, sebagai bagian dari upaya memperkenalkan standar keselamatan kerja sejak dini kepada generasi muda.
“Melalui program ini, kami ingin membentuk generasi lulusan yang berbudaya K3LH dan siap bersaing di dunia industri dengan standar keselamatan yang tinggi,” pungkas Sri Supriadi.
Media Gathering 2026 ini dihadiri oleh 39 perwakilan media dari berbagai organisasi profesi wartawan dan asosiasi perusahaan pers yang berada di bawah naungan Dewan Pers. Sejumlah jurnalis dari berbagai platform media hadir dalam pertemuan tersebut, termasuk Jurnalis Pro Kutim yang turut menerima undangan kegiatan.
Kehadiran para jurnalis dalam forum ini menegaskan kembali posisi media sebagai mitra strategis, bukan hanya dalam publikasi kegiatan perusahaan, tetapi juga sebagai kanal kontrol sosial yang menjaga transparansi. Serta akuntabilitas operasional perusahaan di wilayah District KPC Cluster.
Dalam ruang yang penuh percakapan dan pertukaran gagasan itu, relasi antara dunia usaha dan insan pers kembali diperteguh. Sebuah langkah yang diharapkan terus melahirkan narasi pembangunan daerah yang jujur, berimbang, dan berpijak pada fakta. (kopi3)




























