Momen penyaluran paket parsel sembako. Foto: Hasyim/Pro Kutim
SANGATTA – Menjelang Hari Raya Idulfitri, kepedulian sosial terhadap kelompok masyarakat rentan terus mengalir di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Relawan Kutim Bersatu (RK-1) menyalurkan 100 paket parsel sembako kepada warga di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batota, penghuni panti jompo, hingga anak yatim piatu.
Kegiatan yang berlangsung di Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara ini menjadi potret kolaborasi antara organisasi relawan, pemerintah daerah, dan komunitas lintas sektor. Sebanyak 30 paket disalurkan khusus bagi warga yang bermukim dan bekerja di sekitar TPA Batota, sementara 20 paket lainnya diserahkan ke panti jompo di Kecamatan Teluk Pandan. Adapun 50 paket sisanya dibagikan kepada lansia kurang mampu dan anak yatim piatu di wilayah tersebut.

Ketua Relawan Kutim Bersatu, Dadang Suhendi, mengungkapkan bahwa meski organisasi ini baru terbentuk lima bulan lalu, pihaknya berkomitmen menjadi wadah kolaborasi bagi berbagai paguyuban dan komunitas di Kutim.
“Relawan Kutim Bersatu hadir sebagai wadah kebersamaan. Kami siap menjadi mitra kerja bagi seluruh komunitas dan pemerintah daerah untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Dadang, Sabtu (14/3/2026).

Penyaluran bantuan ini tidak sekadar memberikan bantuan pangan. Di kawasan TPA Batota, komunitas Kampung Dongeng Kutim turut hadir memberikan hiburan edukatif. Melalui literasi dan imajinasi, anak-anak di kawasan pembuangan sampah tersebut diajak untuk tetap ceria dan menanamkan nilai-nilai positif.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim dr Yuwana Sri Kurniawati, yang hadir dalam acara tersebut, juga menyerahkan bantuan tambahan berupa susu. Ia menekankan pentingnya akses kesehatan bagi warga di kawasan marjinal. Yuwana mengingatkan warga untuk melengkapi administrasi kependudukan seperti KTP dan Kartu Keluarga agar dapat terintegrasi ke dalam kepesertaan BPJS Kesehatan.

“Ini adalah bagian dari program peningkatan akses layanan kesehatan. Kolaborasi antara Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta Disdukcapil bertujuan memastikan seluruh lapisan masyarakat terlindungi,” kata Yuwana.
Sementara itu, Pembina RK-1, Agusriansyah, menyoroti tantangan sosial di TPA Batota yang memiliki luas sekitar 14 hektare tersebut. Menurutnya, bantuan fisik harus dibarengi dengan pendampingan berkelanjutan.

“Masyarakat yang tinggal dan bekerja di TPA ini membutuhkan perhatian lebih, khususnya dalam hal pembinaan. Melalui edukasi, advokasi, dan literasi, diharapkan ada perubahan pola pikir untuk meningkatkan taraf hidup yang lebih baik,” tutur Agus.

Senada dengan hal itu, Pembina Relawan lainnya, Akbar Tandjung, mengapresiasi semangat berbagi Siti Robiah Ardiansyah yang mengamanahkan paket sembako tersebut. Ia berharap aksi kolektif ini dapat menjaga keharmonisan sosial di Kutim.
Dukungan juga mengalir dari berbagai instansi lain. Kementerian Agama menyerahkan 30 Al-Qur’an, sementara Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kutim turut memberikan santunan bagi para pemulung di kawasan tersebut.(kopi10/kopi13/kopi3)




























