Teks: Rapat yang berlangsung di ruang rapat Kantor Pusat Perumdam TTB Kutim di Sangatta Utara, Senin (16/3/2026), dipimpin langsung Direktur Utama Perumdam TTB Kutim, Suparjan. (Istimewa untuk Pro Kutim)
SANGATTA – Menjelang rangkaian hari raya keagamaan yang berdekatan tahun ini, Perusahaan Umum Daerah (Perumdam) Tirta Tuah Benua (TTB) Kutai Timur (Kutim) mempertegas kesiapan operasionalnya. Manajemen perusahaan daerah tersebut menggelar rapat koordinasi strategis guna memastikan distribusi air bersih bagi masyarakat tetap terjaga selama perayaan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Rapat yang berlangsung di ruang rapat Kantor Pusat Perumdam TTB Kutim di Sangatta Utara, Senin (16/3/2026), dipimpin langsung Direktur Utama Perumdam TTB Kutim, Suparjan. Forum internal itu menghimpun jajaran manajemen serta pimpinan cabang untuk menelaah kesiapan teknis sekaligus merumuskan langkah antisipatif menghadapi potensi lonjakan kebutuhan air selama masa libur panjang.

Dalam arahannya, Suparjan menekankan bahwa momentum hari raya selalu diiringi peningkatan aktivitas domestik masyarakat, yang secara langsung berdampak pada konsumsi air bersih. Oleh sebab itu, menurut dia, perusahaan harus memastikan setiap lini pelayanan berada dalam kondisi siaga.
“Secara umum, seluruh Cabang dan Unit dalam kondisi siap. Kami telah memastikan dukungan BBM (Bahan Bakar Minyak), bahan kimia, serta ketersediaan SDM untuk menjaga kelancaran pelayanan selama Hari Raya Nyepi dan Idulfitri,” ujar Suparjan.
Pemetaan kesiapan teknis yang dipaparkan dalam rapat menunjukkan bahwa persediaan BBM untuk operasional instalasi pengolahan air (IPA) serta distribusi telah dipastikan mencukupi. Demikian pula stok bahan kimia yang digunakan dalam proses pengolahan air bersih, dinyatakan tersedia untuk mendukung pelayanan sepanjang periode libur hari raya.
Tak hanya bertumpu pada kesiapan logistik, Perumdam TTB Kutim juga menaruh perhatian pada kesiapsiagaan sumber daya manusia (SDM). Personel teknis di cabang maupun unit pelayanan telah disiagakan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan gangguan operasional yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Manajemen perusahaan juga memberi perhatian khusus terhadap fasilitas pelayanan publik yang sangat bergantung pada ketersediaan air bersih, terutama rumah sakit. Dalam rapat tersebut, jajaran pimpinan menginstruksikan Kepala Cabang Sangatta Utara serta Kepala Cabang Kaliorang agar memperkuat koordinasi dengan manajemen RSUD Kudungga, RSUD Sangkulirang, dan RSUD Muara Bengkal.
Langkah koordinatif itu dimaksudkan untuk merancang skema penyimpanan air cadangan atau water storage di lingkungan rumah sakit, sebagai langkah mitigasi apabila terjadi lonjakan konsumsi air.
“Akses air bersih di fasilitas kesehatan adalah prioritas. Kami meminta cabang terkait untuk bersiaga penuh mengantisipasi peningkatan penggunaan air di RSUD,” tambahnya.

Selain penguatan koordinasi eksternal, manajemen juga menegaskan pentingnya komunikasi internal yang sigap dan berkesinambungan. Seluruh kepala cabang dan kepala unit diminta meningkatkan intensitas pertukaran informasi melalui kanal digital, khususnya grup WhatsApp, yang difungsikan sebagai sarana pelaporan kendala secara cepat dan simultan.
Melalui mekanisme komunikasi “real-time” tersebut, setiap gangguan teknis di lapangan diharapkan dapat segera diketahui dan ditangani tanpa menimbulkan dampak berkepanjangan bagi pelanggan.

Langkah-langkah kesiapsiagaan yang dirumuskan dalam rapat koordinasi ini menjadi bagian dari ikhtiar Perumdam TTB Kutim menjaga keberlangsungan layanan publik yang vital. Dengan sistem operasional yang tetap berjaga selama masa libur, perusahaan daerah itu berharap masyarakat Kutim dapat menjalankan ibadah serta merayakan hari raya dengan tenang, tanpa dihantui kekhawatiran akan terganggunya akses terhadap air bersih. (*/kopi3)































