Beranda Kutai Timur Menuju Penilaian Geopark Nasional, Kutim Kebut Pembenahan Rumah Cagar Budaya

Menuju Penilaian Geopark Nasional, Kutim Kebut Pembenahan Rumah Cagar Budaya

102 views
0

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaan meninjau persiapan Galeri Cagar Budaya Kutim untuk dinilai. Foto: Lintang/Pro Kutim

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman meninjau Galeri Budaya atau Rumah Cagar Budaya Kutim, Jumat (3/7/2026) kemarin, guna memastikan kesiapan menghadapi penilaian Tim Asesor Geopark Nasional Sangkulirang-Mangkalihat.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Ardiansyah didampingi Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud);Kutim Ilham serta pengelola Rumah Cagar Budaya Kutim, Makmur. Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi galeri, kelengkapan informasi, hingga koleksi arkeologi yang akan menjadi salah satu objek penilaian tim asesor.

Bupati juga memberikan sejumlah masukan agar beberapa bagian galeri segera dibenahi, terutama terkait keterangan pada foto dan informasi setiap geosite yang ditampilkan agar lebih informatif bagi tim penilai maupun pengunjung.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Ilham, mengatakan secara umum persiapan menyambut tim penilai telah hampir rampung.

“Persiapan menyambut tim penilai Geopark Sangkulirang-Mangkalihat hari ini sudah hampir 100 persen. Pada prinsipnya apa yang diarahkan tim sudah kami lakukan. Hari ini ada beberapa masukan dari Bapak Bupati yang akan segera kami tindak lanjuti, termasuk melengkapi keterangan pada beberapa gambar geosite yang ada di wilayah Kutai Timur,” ujarnya.

Ilham menjelaskan, Galeri Budaya Kutim sebenarnya telah berdiri sejak 2008. Namun selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai pusat edukasi maupun penelitian karena masih terus dilakukan pembenahan.

Ke depan, apabila seluruh persiapan telah selesai dan proses penilaian Geopark berjalan baik, galeri tersebut akan dibuka lebih luas untuk masyarakat, pelajar hingga kalangan akademisi.

Menurutnya, galeri tersebut diharapkan menjadi pusat informasi Geopark Sangkulirang-Mangkalihat sekaligus titik awal bagi peneliti maupun pelajar sebelum melakukan kunjungan langsung ke kawasan geopark.

“Ke depan kami berharap Galeri Budaya atau Galeri Arkeologi Kutai Timur ini menjadi wadah pendidikan bagi sekolah-sekolah, perguruan tinggi, sekaligus pusat penelitian dan pusat informasi Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Jadi sebelum ke lokasi sebenarnya, masyarakat maupun peneliti bisa mendapatkan gambaran lengkap terlebih dahulu di sini,” jelasnya.

Sementara itu, Pengelola Galeri Budaya Kutim, Makmur, menerangkan bangunan tersebut diresmikan pada 2008 oleh Bupati Kutim saat itu, Awang Faroek Ishak, dan mulai ditempati sebagai galeri budaya pada 2009.

Saat ini, galeri menyimpan berbagai koleksi arkeologi yang berasal dari kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat dengan usia yang sangat tua.

“Untuk koleksi di dalam galeri usianya sekitar 3.000 sampai 4.000 tahun. Sedangkan koleksi yang berkaitan dengan situs-situs di luar, seperti gunung dan kawasan gua, usianya diperkirakan mencapai 30.000 sampai 45.000 tahun,” kata Makmur.

Ia menambahkan, pengelola juga berencana menambah sejumlah koleksi yang belum dipamerkan, seperti artefak dari beberapa gua serta motif-motif gerabah agar informasi yang disajikan semakin lengkap.

Menurut Makmur, setelah proses verifikasi Geopark selesai, galeri akan dibuka lebih luas bagi masyarakat, termasuk menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah sebagai sarana edukasi sejarah dan arkeologi.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman meminta seluruh pihak memaksimalkan persiapan agar Galeri Budaya mampu menjadi wajah Geopark Sangkulirang-Mangkalihat di Kutim.

“Galeri ini harus benar-benar kita siapkan dengan baik karena akan menjadi pusat informasi Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Saya minta seluruh catatan dan kekurangan segera dibenahi agar saat tim penilai datang, seluruh informasi yang disampaikan sudah lengkap dan mudah dipahami,” tegas Ardiansyah Sulaiman.

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kutim dalam mendukung proses penilaian Geopark Sangkulirang-Mangkalihat menuju pengakuan yang lebih tinggi, sekaligus memperkuat pelestarian warisan budaya dan arkeologi daerah sebagai aset pendidikan, penelitian, dan pariwisata.(kopi17/kopi13/kopi3) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini