Beranda Kutai Timur Merantau dari Sangkulirang, Kisah Zahida dan Rahma Kejar Ilmu di BLKI

Merantau dari Sangkulirang, Kisah Zahida dan Rahma Kejar Ilmu di BLKI

129 views
0

Aida dan Rahma, dua pemudi yang Ikuti pelatihan di BLKI. Foto: Bagus /Pro Kutim

SANGATTA — Jarak ratusan kilometer yang memisahkan Kecamatan Sangkulirang dengan pusat pemerintahan di Sangatta tidak menyurutkan langkah Zahida (24) dan Rahma Sidrahmohati (23). Dua pemudi ini memantapkan tekad untuk merantau sementara waktu demi menjemput peluang kerja yang lebih baik, menjadi bagian dari 48 peserta terpilih dalam Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Batch 2 Tahun 2026 di UPTD Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Kutai Timur (Kutim).

Ditemui di sela-sela acara opening ceremony pada Senin (6/7/2026), pancaran semangat terlihat jelas dari wajah keduanya. Di tengah ketatnya persaingan bursa kerja saat ini, mereka sadar bahwa ijazah perguruan tinggi saja tidak lagi cukup tanpa dibarengi dengan sertifikasi keahlian yang diakui industri.

“Kami ingin punya kompetensi riil yang siap pakai di dunia kerja. Kebetulan kelas Bisnis Manajemen yang kami ambil ini sangat linear dengan latar belakang jurusan kuliah kami dulu,” ujar Zahida yang akrab disapa Aida.

Bagi pemuda yang berasal dari wilayah pesisir dan pedalaman Kutim, tantangan terbesar ketika mengikuti pelatihan di ibu kota kabupaten sering kali membentur masalah akomodasi. Namun, kecemasan itu tidak dialami oleh Aida dan Rahma. Pihak panitia penyelenggara telah mengantisipasi kendala geografis tersebut dengan menyediakan fasilitas penginapan.

“Awalnya sempat kepikiran soal tempat tinggal selama pelatihan. Tapi alhamdulillah, dari pihak BLKI langsung memfasilitasi kami untuk tinggal di asrama secara gratis. Fasilitas ini sangat membantu kami yang rumahnya jauh, jadi bisa benar-benar fokus belajar tanpa harus pusing memikirkan biaya kos atau transportasi harian,” timpal Rahma dengan senyum lega.

Kisah perjuangan Aida dan Rahma merupakan potret kecil dari visi besar Pemkab Kutai Timur dalam mencetak 50 ribu tenaga kerja lokal yang terampil. Acara yang melatih tiga kejuruan utama yaitu Operator Excavator, Bisnis Manajemen, dan Teknik Instalasi Listrik ini dibuka langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, bersama Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kutim, Sulisman, serta Kepala BLKI, Syahid Siliwangi.

Dalam arahannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman menekankan pentingnya link and match antara kompetensi yang diajarkan dengan kebutuhan ril korporasi di Kutim, terutama di tengah dinamisnya situasi industri pertambangan dan energi saat ini.

Untuk mendukung keterwakilan pemuda dari 18 kecamatan seperti Aida dan Rahma, pemerintah daerah bahkan tengah memperluas kawasan BLKI hingga 2,5 hektare melalui proyek tahun jamak (multi-years) yang dikerjakan Dinas PU, mencakup pembangunan gedung aula baru, workshop, hingga penambahan kapasitas mes/asrama.

Selama 36 hari ke depan, Aida, Rahma, beserta 14 rekan sekelasnya di jurusan Bisnis Manajemen akan digembleng secara intensif oleh instruktur berpengalaman. Tidak sekadar diberi teori, setelah dinyatakan lulus mereka juga akan menempuh uji kompetensi resmi guna mengantongi sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Langkah kaki mereka kini terasa lebih ringan. Harapan baru telah dipancang di atas tanah sang bumi untung benua.

“Harapan terbesar kami tentu saja setelah lulus dari sini jalan untuk mencari kerja bisa lebih mudah dan terbuka lebar. Kalau boleh meminta, kami berharap ke depannya BLKI Kutim terus mengadakan pelatihan tingkat lanjutan (advanced) di batch-batch berikutnya. Jadi, kami yang sudah lulus bisa kembali lagi ke sini untuk meng-upgrade ilmu yang lebih tinggi,” pungkas Rahma penuh harap.(kopi5/kopi13/kopi3) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini