Flyer Lomba Bertutur gelaran Dispusip Kutim. Foto: Istimewa
SANGATTA – Upaya menumbuhkan budaya membaca dan meningkatkan kemampuan literasi anak terus dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Salah satunya melalui Lomba Bertutur Tingkat Kabupaten Kutai Timur Tahun 2026 yang akan digelar pada 22 Juli 2026. Kegiatan tahunan ini menjadi wadah bagi siswa sekolah dasar untuk mengasah kemampuan memahami bacaan, mengembangkan keterampilan berkomunikasi, sekaligus membangun rasa percaya diri tampil di depan publik.
Pustakawan Dispusip Kutim, Nanda, mengatakan informasi pelaksanaan lomba telah disampaikan kepada sekolah-sekolah sejak jauh hari. Langkah tersebut dilakukan agar peserta memiliki waktu yang cukup mempersiapkan materi, mengingat saat ini masih memasuki masa libur sekolah.
“Hingga saat ini sudah ada enam peserta yang mendaftar. Target kami sekitar 18 sampai 20 peserta,” ujarnya.
Menurut Nanda, Lomba Bertutur merupakan salah satu program pembudayaan kegemaran membaca yang selalu mendapat sambutan positif dari sekolah-sekolah di Kutai Timur. Antusiasme itu terlihat dari banyaknya sekolah yang telah menanyakan jadwal pelaksanaan bahkan sebelum pengumuman resmi dibuka.
“Lomba bertutur ini sudah lama dan rutin dilaksanakan setiap tahun. Bahkan sekolah-sekolah sering bertanya lebih dulu apakah tahun ini ada atau tidak. Artinya antusiasme mereka memang cukup tinggi,” katanya.

Tahun ini terdapat penyesuaian persyaratan peserta. Jika sebelumnya lomba dapat diikuti siswa kelas IV, V, dan VI, kini hanya diperuntukkan bagi siswa kelas V tahun ajaran 2026/2027. Kebijakan tersebut mengikuti ketentuan pelaksanaan Lomba Bertutur tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Lebih dari sekadar ajang kompetisi, Lomba Bertutur menjadi media pembelajaran yang mendorong anak-anak gemar membaca, memahami isi buku, kemudian menyampaikan kembali cerita dengan bahasa mereka sendiri secara runtut dan menarik. Kemampuan tersebut dinilai penting dalam membentuk daya pikir kritis, keterampilan berkomunikasi, serta karakter generasi muda yang gemar belajar.
Pemenang Lomba Bertutur tingkat Kabupaten Kutai Timur nantinya akan mewakili daerah pada kompetisi tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Selama beberapa tahun terakhir, wakil Kutai Timur konsisten menorehkan prestasi dengan beberapa kali berhasil menembus peringkat tiga besar.
“Kalau lomba bertutur, kita sering masuk tiga besar di tingkat provinsi. Karena itu kegiatan ini terus kita laksanakan setiap tahun agar potensi anak-anak tetap terasah dan prestasi Kutai Timur bisa terus dipertahankan bahkan ditingkatkan,” ungkap Nanda.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dispusip Kutim, Muhammad Junaid, mewakili Kepala Dispusip Ayub, berharap Lomba Bertutur mampu melahirkan wakil terbaik yang tidak hanya berprestasi di tingkat provinsi, tetapi juga menjadi duta literasi yang menginspirasi teman-teman sebayanya untuk semakin mencintai dunia membaca.
Menurutnya, membangun budaya literasi tidak cukup hanya dengan menyediakan bahan bacaan, tetapi juga perlu menciptakan ruang bagi anak-anak untuk mengolah pengetahuan dan mengekspresikannya melalui kemampuan bertutur.
Melalui kegiatan ini, Dispusip Kutim berharap semakin banyak pelajar yang gemar membaca, memiliki kemampuan berpikir kritis, serta percaya diri menyampaikan gagasan di depan umum. Dengan demikian, Lomba Bertutur tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mencetak generasi Kutai Timur yang literat, komunikatif, dan berdaya saing.(kopi17/koi13/kopi4)
































