SANGATTA- Hiruk-pikuk persiapan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XLV Tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tampak semakin matang di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Kamis (10/7/2025), Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman, didampingi Ketua LPTQ Kutim H Rizali Hadi, Kepala Kemenag Kutim H Ahmad Barkati melakukan peninjauan maraton ke seluruh venue utama perhelatan akbar keagamaan tersebut.
Peninjauan dimulai dari lantai dasar Kantor Bupati Kutim, tepatnya di Ruang Meranti, yang menjadi arena cabang syarhil Quran. Dari titik awal ini, Ardiansyah dan rombongan bergerak menyusuri venue demi venue, menapaki jejak teknis pelaksanaan yang tersebar di berbagai titik strategis di Pusat Perkantoran Pemkab Kutim.
“Alhamdulillah, seluruh arena sudah sangat siap. Tinggal menunggu penyelenggaraan yang insya Allah akan berjalan lancar,” ujar Bupati Ardiansyah saat ditemui usai peninjauan.
Rangkaian lokasi yang ditinjau meliputi berbagai arena cabang lomba, mulai dari yang berada di pusat kota hingga fasilitas pendidikan.
Berikut daftar lengkapnya:
- Ruang Meranti (Kantor Bupati Kutim) – Arena cabang Syarhil Quran
- Lapangan Helipad Bukit Pelangi – Arena utama MTQ XLV
- GSG Bukit Pelangi – Arena cabang Tahfidz 10 dan 20 juz serta ruang verifikasi
- Ruang Panel DPRD Kutim – Cabang Tahfidz 1 dan 5 juz, serta cabang Tilawah
- Masjid Agung Al Faruq Sangatta – Cabang Tartil dan Canet
- Kantor Bappeda Kutim – Cabang Tafsir Bahasa Indonesia dan Inggris
- Gedung KPU Kutim – Cabang Tafsir Bahasa Arab dan Tahfidz 30 juz
- Gedung Wanita Sangatta – Cabang Qiraat Mujawwad remaja dan dewasa
- GOR Kudungga – Arena cabang Kaligrafi
- GOR SMU 2 Sangatta Utara – Arena cabang Fahmil Quran
- Rumah Jabatan Bupati Kutim – Arena cabang MKTIQ (Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an)
“Peninjauan ini penting untuk memastikan kesiapan teknis di setiap cabang lomba, dari verifikasi hingga kompetisi inti,” jelasnya.
MTQ XLV Kaltim dijadwalkan berlangsung dari hingga 19 Juli 2025. Kutim sebagai tuan rumah menyambut perhelatan ini bukan hanya sebagai tanggung jawab seremonial, melainkan sebagai momen strategis membumikan Al-Qur’an dalam kehidupan sosial masyarakat.

Tak hanya fokus pada kesiapan teknis, Ardiansyah juga menitip pesan edukatif bagi masyarakat Kutim agar turut hadir dan menyaksikan MTQ. Dia mengimbau masyarakat Kutim membawa serta anak-anak untuk menonton langsung MTQ. Karena menurutnya MTQ bukan sekadar lomba, tapi juga bentuk edukasi Qurani.
“Agar generasi muda kita mencintai dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an sejak dini,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya momentum ini untuk mendukung geliat pelaku usaha lokal. Pemkab Kutim memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan ini, mulai dari bazar produk hingga layanan kuliner yang tersebar di berbagai titik arena. Dengan kata lain, MTQ ini harus menjadi milik semua. Tidak hanya milik panitia dan peserta, tetapi juga masyarakat.
“Karena itu kita dorong UMKM ikut serta supaya ekonomi lokal bergerak,” tegasnya dan diaminkan oleh Ketua LPTQ Kutim Rizali Hadi.
Dalam gelaran MTQ tahun ini, ribuan peserta dari 10 kabupaten/kota di Kaltim dipastikan hadir. Tidak hanya para qari dan hafiz, tetapi juga para pendamping, ofisial, serta rombongan penggembira yang akan memadati Kota Sangatta selama lebih dari sepekan. Dengan persiapan yang kian matang dan semangat kolektif, Kutim nampak siap menjadi tuan rumah yang tidak hanya menyelenggarakan lomba, tetapi juga merayakan keberkahan Kalamullah bersama seluruh umat. (kopi3)




































