Momen pertemuan Brigif Mangkalihat dengan KPC. Foto: Istimewa
SANGATTA – Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 32/Mangkalihat, Kolonel Inf Agussalim Tuo melaksanakan kunjungan perdana sekaligus silaturahmi ke PT Kaltim Prima Coal (KPC). Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara TNI Angkatan Darat dan sektor swasta dalam mendukung pembangunan daerah serta ketahanan pangan nasional.
Kolonel Inf Agussalim Tuo hadir bersama Komandan Yonif TP 879/RC Mayor Inf Taufan Hendryanto Siswoyo beserta jajaran. Rombongan tiba di Kantor External Relation S11 KPC dan disambut langsung oleh General Manager HSES KPC Kris Pranoto, Acting General Manager ESD Nanang Supriyadi, Manager Security Ade Adrian, serta jajaran manajemen KPC.
Dalam sambutannya, Kolonel Inf Agussalim Tuo menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan perkenalan resmi Brigif 32/Mangkalihat kepada manajemen KPC. Ia menyampaikan bahwa satuan Brigif 32/Mangkalihat yang saat ini bermarkas di Kecamatan Bengalon merupakan satuan baru TNI AD yang tidak hanya memiliki kemampuan tempur, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung pembangunan wilayah.
“Brigif 32/Mangkalihat mengemban tugas membantu pemerintah daerah, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur, dukungan sektor kesehatan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Agussalim.

Ia menambahkan, pembentukan Brigif 32/Mangkalihat merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah pusat dan Presiden Republik Indonesia, mengingat Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Kutai Timur (Kutim) merupakan wilayah dengan objek vital nasional serta memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pertanian.
Pada kesempatan tersebut, Kolonel Inf Agussalim Tuo juga menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan manajemen KPC. Ia berharap kunjungan ini dapat menjadi awal terjalinnya kerja sama yang positif dan berkelanjutan, terutama dalam pemanfaatan lahan pascatambang agar lebih produktif dan bernilai guna bagi masyarakat.
“Harapannya, lahan pascatambang KPC dapat dikelola bersama menjadi lahan pertanian yang produktif, sehingga turut mendukung program ketahanan pangan nasional,” tutupnya.
Sementara itu, General Manager HSES KPC Kris Pranoto menyambut baik kunjungan Danbrigif 32/Mangkalihat beserta jajaran. Ia menegaskan komitmen KPC dalam mendukung pembangunan daerah melalui berbagai program berkelanjutan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan.
Kris menjelaskan, KPC selama ini telah berkontribusi bagi masyarakat Kabupaten Kutim, salah satunya melalui pemanfaatan air pascatambang menjadi air bersih melalui program Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudungga. Program tersebut saat ini menjadi sumber bahan baku utama PDAM dan telah melayani ribuan warga.

Terkait rencana kerja sama di bidang pertanian, Kris menyampaikan bahwa KPC akan melakukan monitoring lapangan serta kajian terhadap potensi lahan pascatambang yang memungkinkan untuk dikembangkan menjadi area pertanian.
“KPC siap berkolaborasi dengan Brigif 32/Mangkalihat dalam pengelolaan lahan pascatambang, khususnya untuk pengembangan lahan sawah. Sinergi ini diharapkan dapat mendukung program ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Kolaborasi antara Brigif 32/Mangkalihat dan PT KPC ni sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Kutim yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing. Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, mengoptimalkan potensi daerah, serta mendorong pembangunan berwawasan lingkungan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kutim.(*/kopi12/kopi13)




































